Demo Kasus Dugaan Korupsi DD di Sampang Ricuh, Massa Masuk Kantor Kejari

Sampang, (Media Madura) – Aksi unjuk rasa mempertanyakan laporan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) Sokobanah berlangsung ricuh, Rabu (24/3/2021) siang.

Kericuhan pecah karena pendemo tidak ditemui langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sampang sehingga massa merangsek masuk ke kantor kejaksaan.

Aksi unjuk rasa gabungan dari aktivis anti korupsi di Sampang, diantaranya Jatim Corruption Watch (JCW), Madura Development Watch (MDW), dan Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), untuk meminta kejelasan proses hukum yang hingga saat ini belum ada perkembangan.

Unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Sampang ricuh. Pendemo menerobos barisan polisi yang berjaga, Rabu (24/2/2021) siang. (Ryan/MM).

“Kami ingin pertanyakan kejelasan kasus DD Sokobanah, padahal kejaksaan sudah melakukan tahap penyelidikan bahkan sudah mengambil kesimpulan telah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, tapi mana sampai sekarang tidak jelas,” teriak Korlap Aksi Busiri saat berorasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Sampang.

Busiri mengungkap, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Kejari Sampang 2 tahun lalu tepatnya 15 Maret 2019. Selama ini, institusi Korps Adhyaksa itu telah mengambil langkah cepat dan keluar rekomendasi dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tanggal 12 April 2019.

“Bahkan ditingkatkan ke tahap penyidikan yang ditandai dengan serah terima berkas dari Kasi Intel ke Kasi Pidsus Kejari Sampang pada 30 Agustus 2019, beberapa saksi juga turut diperiksa,” jelasnya.

Namun, dari kronologis ini diduga kuat mantan Kasi Pidsus Kejari Sampang melakukan rekayasa kasus sehingga penyidikan kasus tersebut terhenti dan tidak ada kejelasan.

Suasana unjuk rasa pun menjadi panas lantaran pendemo diabaikan untuk menemui pimpinan kejaksaan. Massa akhirnya menerobos barisan polisi yang berjaga hingga merangsek masuk.

Meski tidak terjadi kerusakan sejumlah fasilitas kantor, massa demonstrasi terus bersitegang hingga kembali melakukan orasi.

Sementara Kasi Pidana Umum Kejari Sampang Budi Darmawan saat menemui massa mengatakan, pihaknya meminta agar perwakilan massa masuk ke ruangan untuk menyampaikan segala tuntutannya, namun tetap mendapat penolakan.

“Karena kita masih dalam masa pandemi jadi diminta perwakilan saja, kita akan diskusi bersama nanti,” singkatnya. (Ryn/Arif)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.