Kampung Belanda Torjun Sampang Bakal Jadi Destinasi Wisata di Tengah Pandemi

Bupati Sampang Slamet Junaidi membahas wacana pengembangan wisata baru Kampung Belanda saat Musrenbang RKPD tahun 2022 di Kecamatan Torjun, Selasa (8/2/2021). (Ryan/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, memprioritaskan sejumlah program strategis baik sektor pembangunan ekonomi kreatif dan pendidikan. Satu diantaranya menjadi prioritas yakni menciptakan destinasi wisata baru di wilayah Desa Krampon, Kecamatan Torjun.

Bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda akan disulap menjadi tempat wisata sejarah yang edukatif dan sehat di era pandemi saat ini. Wacana tersebut mulai dimatangkan kesiapannya agar bisa terlaksana di tahun 2021.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi merespon baik gagasan itu. Ia mengaku siap membantu prospek anggaran dan program demi pengembangan wisata desa mandiri. Bahkan bupati berjanji secepatnya melakukan koordinasi dengan PT Garam selaku pemilik lahan bangunan tua.

“Gagasan ini merupakan usulan dari Pemerintah Desa Krampon, kalau memang itu potensi pasti kita support, sore ini juga kita akan bertemu dengan Direktur PT Garam dan saya yakin pasti setuju karena disitu ada potensi peningkatan ekonomi masyarakat,” ucap Slamet Junaidi menghadiri Musrenbang RKPD tahun 2022 di Kecamatan Torjun, Selasa (8/2/2021) kemarin.

Deretan rumah bangunan peninggalan Belanda di Desa Krampon masih berdiri kokoh hingga saat ini. Kata Bupati, pihaknya hanya melakukan rehabilitasi sebagian bangunan yang rusak namun tidak menghilangkan arsitektur bangunan dan kultur original.

Diharapkan wisata desa Kampung Belanda menjadi wisata edukatif bagi generasi muda serta dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik.

“Mengenai dana pengembangan wisata Kampung Belanda itu akan memakai dana desa,” imbuh Slamet.

Sementara itu Camat Torjun Moh Lutfi Maliki menyampaikan, wacana pengembangan wisata ini mulai dibahas dalam Musrenbang RKPD tahun 2022. Menurut Lutfi, butuh dukungan semua pihak agar bisa terwujud destinasi wisata baru yang berada di Desa Krampon.

“Usulan rencana kegiatan pembangunan desa menjadi prioritas pembangunan di Torjun, kami siap mendukung dan mengawalnya karena melihat prospek bangunan bekas peninggalan Belanda,” tuturnya.

Konsep wisata Kampung Belanda Desa Krampon dijelaskan secara detail oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Torjun Khoirul Anam.

Ia mengatakan, tahap pertama yang akan dibangun adalah embrio atau pembangunan taman bernuansa Eropa. Luas lahan taman sekitar 1.000 hektar. Alokasi anggaran taman disediakan sekitar Rp 200 juta.

Fasilitas taman itu nantinya dilengkapi dengan kincir angin, arsitektur bangunan Belanda, serta odong-odong menyerupai kereta api kuno terbuat dari kayu.

“Sehingga nanti menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk spot foto wisata hits dan instagramable, kereta api kuno itu akan mengelilingi bangunan rumah Belanda,” kata Khoirul Anam.

Tak hanya itu, potensi aliran irigasi di Desa Krampon juga dimanfaat dalam pengembangan wisata. Aliran tersebut digunakan untuk wisata air yang dilengkapi dengan perahu serta ada wisata cafe desa.

“Semua strategi ini bertujuan untuk membuat wisatawan lebih percaya diri dan tidak merasa khawatir untuk berwisata di Sampang,” ungkapnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here