Nilai Masyarakat Keliru Memahami New Normal, Edukasi dengan Bagi-bagi Masker Gratis

    Tempat-tempat umum di Kabupaten Pamekasan, salah satunya pasar tradisional pengunjungnya banyak yang tidak memakai masker

    Pamekasan, (Media Madura) – Kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menurun. Faktanya, mereka mengabaikan petunjuk world healt organization (WHO) meskipun berada di tempat umum.

    Hal yang paling mendasar menerapkan prokes tersebut adalah memakai masker agar tidak mudah kontak langsung dengan masyarakat lain yang terpapar covid-19, lebih lebih mereka yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

    Namun, masyarakat tetap saja cuek dengan kondisi pandemi yang semakin memprihatinkan tersebut dengan tambahan kasus baru di bumi Gerbang Salam yang terus mengalami kenaikan dari hari ke hari.

    Melihat kondisi tersebut, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tlanakan mengambil langkah kongkrit memberikan masker gratis kepada pengguna pasar tradisional Desa Branta Pesisir, meliputi pedagang atau pengunjung sebagai edukasi tentang pentingnya menerapkan prokes.

    “Masyarakat itu memahami new normal keliru, new normal dipahami dengan bebas sebebas bebasnya. Sehingga wabah ini sampai sekarang masih ada, dan di Kecamatan Tlanakan masuk zona orange,” ujar Ketua PAC Ansor Tlanakan, Sutan Takdir Ali Syahbana.

    Menurutnya, pembagian masker tersebut juga bertujuan memproteksi masyarakat agar tidak terpapar covid-19 yang akan mengubah zona orange menjadi zona merah dalam peta sebaran covid-19. Tentu, kegiatan itu sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran wabah asal China itu.

    “Dengan pemberikan masker ini kita juga mengedukasi bahwa covid-19 ini masih ada dan perlu diwaspadai,” tambah alumnis IAIN Madura tersebut.

    Sutan melanjutkan, pemberikan masker yang melibatkan Polsek dan Koramil Kecamatan Tlanakan itu mendapat respon positif dari masyarakat. Sebab, dengan jumlah seribu masker habis dalam jangka sepuluh menit.

    “Kami berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak,” tutup pria asal Desa Branta Pesisir tersebut.

    Reporter: Atik
    Editor: Arif

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.