RSUDMA Sumenep: Isu Bayi Tertukar Itu Tidak Benar

RSUD dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Pihak RSUD dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur buka suara terkait dugaan bayi tertukar saat baru lahir di rumah sakit tersebut.

Dirut RSUDMA melalui Kasi Informasi, Arman Endika Putra mengatakan, pihaknya perlu meluruskan dugaan bayi tertukar tersebut. Bahwa dugaan tersebut tidak benar.

“Isu bayi tertukar dengan bayi lain itu sangat tidak benar. Karena bayi yang lahir (pada tanggal 13 November) itu hanya satu bayi, yang dari Batang-batang, tidak ada bayi lain,” katanya, Selasa (17/11/2020).

Ia menceritakan, saat bayi lahir langsung diazani sama orang tua laki-laki, dan pihak rumah sakit juga menjelaskan jenis kelamin, berat badan (BB) dan sejenisnya kepada pihak keluarga.

“Setelah itu diberi gelang sebagai identitas. Gelangnya tetap ada dan terpakai sampai detik ini,” ujarnya.

Menurut Arman, kalaupun ada bayi lahir di RSUDMA itu terjadi di hari sebelumnya. “Juga ada bayi lahir, tapi satu hari sebelumnya. Jadi, kami tegaskan di sini tidak ada bayi yang tertukar,” tegasnya.

Lebih lanjut Arman mengatakan, sangat tidak masuk akal jika dugaan bayi tertukar hanya berdasarkan foto yang tidak sama saat lahir. Sebab, waktu lahir itu masih mengembang dan memungkinkan tidak sama dari hari ke hari.

“Jadi, kami sudah punya mengantongi data. Waktu lahir juga langsung diberitahu kepada keluarga. Sekali lagi isu itu tidak benar. Kami bekerja sesuai dengan SOP,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Subroto (27), warga Dusun Rambuk, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang melaporkan dugaan tertukarnya bayi di RSUDMA ke Mapolres Sumenep.

Subroto memilih menempuh jalur hukum lantaran ada dugaan kuat bayi yang telah dilahirkan istrinya pada Jumat (13/11/2020) di RSUDMA itu tertukar dengan bayi lain.

Subroto pada awak media menceritakan, pada saat dilahirkan, anak tersebut lahir berjenis kelamin perempuan dengan ciri-ciri tidak memiliki rambut.

Namun, setelah istrinya hendak memberikan ASI pada Minggu (15/11) kemarin, tiba-tiba bayi yang disusuinya memiliki rambut.

“Awalnya kami menanyakan kepada pihak rumah sakit, kenapa bayi kami berbeda dari yang awal. Cuma pihak rumah sakit mengatakan jika tidak ada yang tertukar,” ungkapnya.

“Pihak rumah sakit juga mengatakan bahwa gelang khusus untuk bayi yang lahir tidak lepas,” imbuh Subroto saat di Mapolres Sumenep, Senin (16/11/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

Lebih lanjut, Subroto menuturkan, dirinya beserta pihak keluarga sangat yakin bahwa bayinya telah tertukar. Pasalnya, selain rambut, istrinya juga melihat kelainan dari wajahnya.

“Kami lengkap buktinya. Anak kami yang baru lahir berbeda postur tubuhnya dengan saat akan diberi ASI. Insting istri saya sangat kuat melihat postur anak saya,” jelasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.