Alumni Karang Durin Cabut Laporan Allby Madura

Didampingi tokoh masyarakat dan Kades Bira Timur Kecamatan Sokobanah Fathorrohman (kemeja putih) pemilik akun Allby Madura (empat dari kiri) tiba di halaman Mapolres Sampang untuk menyerahkan diri, Selasa (6/10/2020) dini hari. (Fauzan for MM).

Sampang, (Media Madura) – Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karang Durin, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Wafie Anas, resmi mencabut laporan kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilayangkan terhadap pemilik akun facebook Allby Madura alias Mohamad Sya’roni.

Wafie Anas menuturkan, langkah ini ditempuh menyusul ada kesepakatan damai antar kedua pihak dan pertimbangan langsung dari pengasuh pondok pesantren demi menjaga harmonitas antara masyarakat setempat.

“Pencabutan laporan terhadap Mohamad Sya’roni juga dikarenakan yang bersangkutan bagian lingkungan dari pondok pesantren,” ucapnya dibalik telepone, Selasa (10/11/2020).

Selain itu, lanjut dia, pencabutan tersebut untuk mengutamakan efek jera terhadap Sya’roni atas perbuatannya tanpa didasari rasa dendam.

“Tapi tampaknya Allby Madura ini sudah memiliki penyesalan, sehingga alasan dan pertimbangan itulah kita sepakat mencabut laporan,” ujar Wafie Anas.

Menurut KH Khoiron Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karang Durin menyampaikan, pencabutan laporan Alby Madura setelah melalui musyawarah internal alumni. Alasan utama adalah menjaga timbulnya konflik horizontal ditingkat bawah.

“Kemudian dari pihak keluarga Sya’roni juga masih ada alumni pesantren, semoga dari semua kejadian ini Allby Madura berubah total baik dari sikap maupun akhlaqul karimah dan tidak mengulangi perbuatannya,” kata Gus Khoiron panggilan akrabnya.

Dirinya menambahkan, pencabutan berkas perkara itu dilakukan pada Jumat 6 November 2020. Setelah pencabutan selesai, Allby Madura dibebaskan.

“Pada intinya keluarga besar pondok pesantren Karang Durin memaafkan Allby Madura dhohir batin, sehingga kami harap alumni dan simpatisan menerima atas pencabutan ini demi kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

Kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik oleh Allby Madura dilaporkan pada 5 Oktober 2020.

Setelah dilakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi menetapkan tersangka pada Kamis 8 Oktober 2020.

Tersangka melanggar Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui pesan singkat membenarkan bahwa pelapor mencabut laporan terhadap Mohamad Sya’roni atau Allby Madura demi sama-sama menjaga Kamtibmas.

“Pencabutannya sudah lama beberapa waktu lalu, iya ini tindak pidana delik aduan,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor :Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.