40 Tahun Merantau di Medan, Tidur di Kuburan dan Ingin Pulang ke Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – 40 tahuan lalu, seorang remaja berusia sekitar 22 tahun bernama Ahmad Mono, warga Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan merantau ke Medan, Sumatera Utara untuk mencari peruntungan dan merubah nasib agar lebih baik.

Remaja ini berangkat bersama temannya dengan tujuan berdagang, berbekal kemampuannya membuat gantungan kunci membuat tekadnya bulat merantau hingga jauh ke provinsi seberang.

Setelah 40 tahun lamanya, justru kondisinya kini sanga miris. Di tengah Pandemi dan sulitnya perekonomian seperti saat ini, pria yang kini diperkirakan sudah berumur 62 tahun ini harus tidur di Kuburan karena tidak punya biaya untuk menyewa rumah.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya warga Kabupaten Pamekasan yang tidur di kuburan di Medan. Dan pihaknya segera berkomunikasi dengan pihak berwenang.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman TRC di Medan dan pihak terkait untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi informasi tersebut. Dan ternyata memang benar yang bersangkutan warga Pamekasan,” katanya kepada wartawan. Ahad (01/11/2020) siang.

Dikatakan Budi, setelah melakukan komunikasi dengan pihak berwenang di Medan, tim TRC lalu mencari tahu keberadaan keluarga pria malang tersebut.

“Ternyata memang benar, kami sudah menemukan keluarga dari Bapak Ahmad Mono ini. Rumahnya di Gurem, Kelurahan Parteker,” urainya.

Pihaknya bersama tim relawan juga akan melakukan komunikasi dengan saudara dari Ahmad Mono yang akrab dipanggil Paong ini, mengingat kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

“Kami tidak ingin setelah memulangkan dari Medan justru pihak keluarga tidak mau menerima. Maka kami harus memastikan saudara dari Bapak Mono ini berkenan,” katanya.

Untuk pemulangan, kata Budi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan dan juga tim gugus tugas Covid-19.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Moh Tarsun mengatakan pihaknya masih akan berkordinasi dengan berbagai pihak terkait pemulangan warga Pamekasan yang terlantar di Medan tersebut.

“Tentu kepulangannya akan kami fasilitasi, tetapi ada beberapa hal yang perlu kami lakukan sebelum hal itu dilakukan,” katanya.

Dikatakan Tarsun, pihaknya perlu memastikan identitas pria tersebut, lokasi rumah serta pihak keluarganya.

“Kami tidak ingin justru ketika dipulangkan meimbulkan masalah. Termasuk dengan satgas Covid-19, mengingat ini dalam situasi pandemi,” pungkasnya.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.