Mendidik Siswa Seperti Anak Sendiri, Mewanti-wanti untuk Taati Protokol Covid-19

    Siswa SMP Plus Alkautsar Pamekasan sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, Sabtu (31/10/2020).

    Pamekasan, (Media Madura) – SMP Plus Al-Kautsar yang berada di Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menjadi salah satu sekolah yang menerapkan protokol Covid-19 di wilayah tersebut.

    Sekolah yang diapit oleh dua lembaga pendidikan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), yakni MAN 1 dan MAN 2 Pamekasan tersebut tersedia beberapa fasilitas pencegahan virus corona berupa tempat cuci tangan, pemberian masker gratis dan lain sebagainya. Bahkan sekolah itu tetap menerapkan jaga jarak di dalam kelas.

    Fasilitas itu disediakan untuk memberikan pelajaran kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 sesuai dengan anjuran world health organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia.

    Kepala SMP Plus Al-Kautsar, Marzukiy menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19. Tentu, hal tersebut tidak hanya diterapkan untuk kalangan siswa, melainkan guru dan staf di sekolah tersebut.

    “Karena mendidik itu bukan sekadar transfer of knowledge, melainkan transfer of value dengan memberikan contoh dan tauladan yang baik kepada peserta didik,” katanya, Sabtu (31/10/2020).

    Memang, kata Marzukiy, mendidik itu butuh ketelatenan dan kesabaran lantaran seorang pendidik disuguhi oleh beraneka ragam karakter siswa yang menuntut guru meresponnya secara berbeda beda.

    “Mendidik siswa itu harus mendidik seperti anak sendiri, memakai hati dan perasaan. Yang kami lakukan begitu, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan ini,” tambah pria berusia 31 tahun tersebut.

    Menurutnya, guru dan seluruh civitas akademika SMP Plus Al-Kautsar harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan protokol Covid-19 agar siswa dengan mudah mengikutinya. Demikian pula dengan perilaku lainnya guna menanamkan karakter serta akhlak yang baik kepada peserta didik.

    “Akhlak merupakan hal yang paling utama dalam pendidikan, kalau akhlak baik insyaallah yang lain akan baik. Mudah mencerna apa yang disampaikan guru dan insyaallah ilmunya barokah,” ujar alumni pondok pesantren Annuqayah Sumenep tersebut.

    Penerapan protokol Covid-19 di tengah menurunnya kesadaran masyarakat memang menjadi tantangan besar bagi para pemangku kebijakan dan para tokoh. Makanya, tokoh agama atau tokoh masyarakat harus menjadi pelopor utama.

    “Kami yang aktif di dunia pendidikan, memberikan penyadaran kepada siswa tentang pentingnya penerapan covid-19. Ya, lagi-lagi harus telaten, mendidik seperti mendidik anak sendiri,” ungkapnya.

    Dia berharap, siswa SMP Plus Al-Kautsar menjadi pelopor kesehatan di tengah-tengah masyarakat dalam penerapan protokol Covid-19 dengan memberikan edukasi yang baik.

    “Siswa kami ada yang mukim di pondok, ada pula yang tidak. Nah, siswa yang tidak mondok ini peranannya cukup vital di masyarakat. Harus bisa memberikan edukasi yang baik. Kalau siswa yang mondok itu kan pulangnya tidak tiap hari ke rumahnya, dua kali setahun bahkan ada yang hanya pulang sekali,” tutup mantan aktivis PMII tersebut.

    Reporter: Atik
    Editor: Arif

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.