Dinsos Sampang Masih Enggan Beri Sanksi ke Pendamping PKH

Beras bantuan di gudang Bulog Sampang mulai didistrubusikan ke setiap wilayah kecamatan dan desa untuk KPM PKH tahun 2020. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Sosial Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, nampaknya masih enggan memberikan sanksi dalam bentuk apapun terhadap oknum pendamping PKH yang ditenggarai menarik biaya penebusan bantuan sosial beras (BSB). Seperti yang terjadi di Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lim Jamsos) Dinsos Sampang Erwin Elmi Syahriyal menyebut, perlu ada bukti untuk mengeluarkan kebijakan dalam menerapkan sanksi.

“Kalau memang benar terjadi dan bukti ada kami tidak tinggal diam akan melaporkan kepada Kepala Dinsos bagaimana petunjuknya, pasti nanti ada sanksi jika terbukti,” tegas Erwin ditemui di kantornya, Selasa (27/10/2020) siang.

Kini, langkah Dinas Sosial sudah memanggil yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Untuk kasus di Jeruk Porot, kata Erwin, pendamping PKH berani mempertangung jawabkan semua tudingan tersebut diatas kertas putih bermaterai.

“Yang jelas pendistribusian beras bantuan ini gratis tidak ada pungli, kalau memang ada pungli kami panggil dan klarifikasi yang bersangkutan benar tidaknya, tapi dia sudah buat pernyataan bermaterai dan yang bersangkutan tidak menarik dan memungut biaya,” kata Erwin.

Pernyataan Erwin justru berbanding terbalik dengan kondisi nyata dilapangan. Sejumlah peserta penerima bantuan justru mengaku mengeluarkan uang sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu untuk pengambilan beras bantuan dengan total 45 kilogram.

Meski begitu, Erwin bersikukuh tak mau turun langsung mengklarifikasi kepada setiap KPM di Desa Jeruk Porot untuk memastikan kebenaran penarikan biaya penebusan beras.

“Untuk sementara ini kami menindaklanjuti memanggil yang bersangkutan saja, kalau ada bukti konkret lebih baik lagi, sehingga kita panggil lagi yang bersangkutan kita akan teliti bersama isi video itu agar lebih jelas,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.