Pendamping PKH Sampang Bantah Ada Biaya Penebusan Beras Bantuan

Pendamping PKH Desa Jeruk Porot, Hariyanti memberikan penjelasan mengenai penarikan uang untuk biaya penebusan beras bantuan, Senin (26/10/2020) malam. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pendamping PKH Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Hariyanti membantah tudingan mengenai penarikan uang senilai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Bahkan, dia menyebut tidak mengetahui pasti mengenai uang tebusan pendistribusian beras bantuan.

“Saya memang tidak tahu menahu soal ada penarikan uang 15 ribu atau 20 ribu untuk biaya penebusan beras bantuan,” kata Hariyanti kepada Media Madura ditemui, Senin (26/10/2020) malam.

Dia hanya membenarkan ada penarikan uang sebelum berlangsungnya proses pendistribusian beras bantuan. Kata Yanti, ada inisiatif ketua kelompok menarik uang kepada KPM sebagai bentuk iuran.

Namun bukan uang penebusan beras bantuan, melainkan uang tersebut untuk membesuk dirinya yang sempat menjalani rawat inap.

“Setelah saya cek memang ada penarikan uang atas inisiatif dari ketua kelompok untuk besuk saya, ‘masak ibu pendampingnya sakit gak mau besuk’, itu penuturan ketua kelompok, penarikannya tidak memaksa karena sukarelawan dan seiklasnya,” terang dia.

Secara tegas, dia juga mengaku tidak pernah meminta uang sepersen pun kepada 234 KPM Desa Jeruk Porot yang didampinginya. Termasuk mengarahkan agar penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) membayar uang pendistribusian.

“Saya gak merasa nerima dan minta uang, mungkin mereka punya rasa iba ke pendampingnya jadi mau jenguk, memang pendistribusian beras sempat ditunda karena saya sakit,” ungkapnya. .

Tak hanya itu, dirinya juga membantah tidak pernah memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik peserta program yang didampinginya. Meski penerima manfaat menawarkan agar dipegang oleh dirinya dengan alasan saling percaya.

Secara terpisah, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lim Jamsos) Dinas Sosial Kabupaten Sampang Erwin Elmi Syahriyal angkat bicara menyikapi penarikan uang KPM untuk biaya penebusan beras bantuan di Desa Jeruk Porot.

Erwin menyatakan, bahwa pendamping yang bersangkutan sudah dipanggil ke Dinas Sosial untuk mengklarifikasi tudingan tersebut. Sebab, kata dia, penebusan beras tanpa dibebani biaya apapun alias gratis.

“Tadi pagi mas kita sudah mendatangkan kesini, dia (Yanti) bersama koordinator kabupaten (Korkab) PKH Dili dan koordinator kecamatan (Korcam) Zainudin hadir klarifikasi ke Dinsos,” ujar Erwin.

Dirinya menuturkan, yang bersangkutan dalam hal ini pendamping PKH Desa Jeruk Porot Hariyanti menandatangani surat pernyataan pembenaran dalam tudingan seperti yang diberitakan. Sayangnya sampai saat ini, ia belum berani menunjukan bukti surat pernyataan tersebut.

“Dia sudah buat surat pernyataan, pada intinya dia tidak pernah menerima atau meminta uang sepersen pun kepada penerima manfaat untuk biaya beras bantuan, soal ketua kelompok menarik uang memang inisiatif untuk menjenguk ibu pendampingnya sebagai bentuk sosial bukan biaya beras,” tutur Erwin.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.