Kasus Hukum Pemalsuan Tanda Tangan Pencairan BST Desa Samatan Berlanjut

Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Kasus hukum dugaan pemalsuan tanda tangan penerima bantuan sosial Tunai (BST) di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus bergulir.

Kasus tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Pamekasan oleh perwakilan warga dan hingga saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh penyidik satuan Reserse Krimininal (Reskrim).

Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar melalui Kasubah Humas AKP Nining Dyah mengatakan, pihaknya telah menindak lanjuti laporan dari warga Desa Samatan tersebut dan saat ini telah dilakukan tahapan penyelidikan.

“Untik kasus BST dalam tahap penyelidikan mas,” katanya kepada mediamadura.com. Sabtu (17/10/2020) pagi.

Tetapi, kata Nining, terkait adanya laporan lanjutan pemalsuan tanda tangan penerima BST yang diduga dilakukan oleh oknum pemerintahan Desa Samatan, pihaknya meminta agar menunggu informasi lebih lanjut. “Yang pemalsuan tanda tangan tunggu info lebih lanjut ya,” pintanya.

Sementara itu, Kuasa hukum warga yang tanda tangannya dipalsukan, Supyani mengatakan, pihaknya telah melaporkan dugaan lemalsuan tanda tangan tersebut secara khusus ke Polres Pamekasan.

Dikatakan Supyadi, bahkan sebelum laporan itu dilakukan pihaknya sudah melengkapi dengan konfirmasi dan legalisasi dari dinas sosial serta kantor pos sebagai pihak terkait dalam penyaluran BST tersebut.

“Materi laporan fokus pada pemalsuan tanda-tangan yang tercantum dalam data BST Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 200 ribu kepada pelapor dan teman-teman pelapor. Di situ semuanya sudah tertanda tangani padahal mereka yang ada dalam daftar itu tidak merasa menanda tangani, sehingga indikasinya ada pemalsuan tanda tangan,” katanya.

Seperti diberitakan oleh berbagai media, sebanyak 26 warga Desa Samatan tanda tangannya diduga dipalsukan untuk pencairan program Bantuan Sosial Tunai (BST) Provinsi Jawa Timur.

Reporter : Ist
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.