Polisi Tangkap Teman Pelaku Pencabulan di Sampang, Tersisa 4 Orang

Pelaku pencabulan gadis 14 tahun diamankan polisi. Tersangka adalah teman dari pelaku pertama yang berhasil diamankan, Kamis (23/9/2020). (Ryan/MM).

Sampang (Media Madura) – Polisi kembali berhasil meringkus satu pelaku pengembangan kasus pencabulan yang dialami gadis dibawah umur asal Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (24/9/2020).

Dia bernama Husnul warga Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Pria berusia 15 tahun itu diamankan di rumahnya pada Rabu (23/9/2020) dini hari pukul 02.00 WIB.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz mengatakan, penangkapan tersangka hasil pengembangan pelaku bernama Ferdi yang kini sudah divonis hukuman 8 tahun 3 bulan penjara. Kasus ini terjadi pada Minggu 5 Januari 2020 lalu.

“Total tersangka pencabulan terhadap korban berusia 14 tahun itu sebanyak 6 orang, satu pelaku bernama Ferdi sudah divonis dan sekarang satu lagi diamankan bernama Husnul,” ucap Abdul Hafidz dalam konferensi pers di Mapolres Sampang.

Mantan Kapolres Tebo, itu menuturkan, saat ini tersisa 4 orang pelaku. Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus pencabulan tersebut. Dirinya berharap dalam waktu dekat para pelaku bisa segera diamankan.

“Kami tidak ada niat untuk menghilangkan sebuah perkara apapun, pasti kita ungkap sisa pelaku ini, mohon waktu dan doanya,” ujarnya.

Kata Kapolres, selama ini tersangka Husnul sempat melarikan diri selama 5 bulan ke wilayah Malang, Jawa Timur. Pelarian tersangka setelah temannya Ferdi ditangkap polisi.

Tak hanya itu, lanjut Hafidz, dari keterangan tersangka Ferdi yang diamankan bahwa dia hanya kenal dengan 3 temannya, sedangkan 2 orang tak dikenallinya.

“Pelaku Ferdi hanya kenal sama Husnul, B, dan R,” katanya.

Dirinya menerangkan, persetubuhan ini berawal dari perkenalan Ferdi dengan korban melalui media sosial Facebook. Dari perkenalan itu korban diajak jalan-jalan menuju Kota Pamekasan.

“Di sebuah rumah kosong di Pamekasan tersangka Ferdi melakukan persetubuhan pertama kali kepada korban, kemudian korban disetubuhi secara bergilir oleh teman pelaku lainnya yakni Husnol, inisial B, E, D, dan S,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 81 ayat 1 subsider Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 atas perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

” Jadi tersangka dijerat hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.