Didemo Kasus Pencabulan, Mahasiswa Bersitegang dengan Kapolres Sampang

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menemui pendemo yang berunjuk rasa menuntut kejelasan hukum penanganan kasus pencabulan, Kamis (23/9/2020) pukul 10.00 WIB. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Aksi unjuk rasa mahasiswa dari PC PMII Sampang di depan kantor Mapolres Sampang berlangsung tegang. Peserta aksi saling adu mulut dengan Kapolres AKBP Abdul Hafidz, Kamis (23/9/2020) siang.

Mereka menuntut para pelaku pencabulan menimpa gadis 14 tahun asal Kecamatan Torjun diusut tuntas. Pasalnya, enam pelaku pencabulan yang dilaporkan pihak korban pada 7 Januari 2020 lalu, hanya dua pelaku berhasil diamankan.

Saat peserta meminta Kapolres menandatangani surat pernyataan tuntutan aksi, pucuk pimpinan polisi di Sampang itu tak mau menyepakati. Akibatnya terjadi adu mulut bahkan pendemo menggelar aksi doa tahlil sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja aparat hukum.

“Jangan banyak alasan pak Kapolres, lalu apa tugas polisi selama ini, kasusnya sudah berjalan sembilan bulan, kalau begitu sama halnya ‘Polisi Tidur’ ,” teriak salah satu orator aksi.

Tuntutan pendemo ialah Kapolres Sampang wajib menangkap sisa para pelaku pencabulan dalam kurun waktu 7×24 jam, wajib memberikan perkembangan informasi pengungkapan kasus kepada pihak korban dan PMII selama 3×24 jam.

Kemudian, Kapolres wajib mempublikasikan foto dan identitas pelaku yang belum diamankan sebagai DPO. Dari seluruh tuntutan ini tidak terpenuhi maka mahasiswa akan kembali turun jalan dengan massa lebih banyak.

Korlap Aksi Subaidah mengatakan, kasus yang ditangani aparat kepolisian terkesan lelet dalam upaya pengungkapan pelaku. Setelah ada gerakan tuntutan dari mahasiswa, baru saja polisi menangkap satu pelaku. Artinya penegak hukum masih mempunyai tanggungan empat pelaku lainnya.

“Baru tadi malam kami mendapat informasi penangkapan tersangka baru, meski begitu kami tetap terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan pelaku benar diadili seadil-adilnya,” tegas Ketua Korpri PC PMII Sampang.

Menurut Subaidah, aksinya itu menuntut keadilan hukum yang menimpa anak dibawah umur. Sebagai sosok perempuan, dirinya merasa miris dengan peristiwa tersebut dan diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang di daerah sebutan Kota Bahari ini.

Menyikapi itu, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz berjanji sesegera mungkin menangkap para pelaku yang kini menjadi DPO. Namun pihaknya tidak bisa memberikan batas waktu selama pengungkapan.

“Kita tunggu saja semua butuh proses, mohon waktunya, apabila ada yang mempunyai informasi apapun silahkan sampaikan ke penyidik,” katanya.

Pantauan dilokasi, peserta aksi membawa poster di antaranya bertuliskan ‘Kukira cuma bekicot yang lambat, ternyata kinerja Polres Sampang juga gitu’, ‘Korpri Sampang Geruduk Kapolres’, ‘Kinerja Penegak hukum Sampang mandul’.

Aksinya dimulai dari alun-alun Jalan Wijaya Kusuma. Mereka berjalan kaki sambil berorasi menuju kantor Mapolres Sampang di Jalan Jamaluddin.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.