Aliyadi Minta Gubernur Jatim Gerak Cepat Atasi Anjloknya Harga Tembakau

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa diwawancarai sejumlah awak media seusai menggelar reses di Kabupaten Pamekasan, pada 15 September 2020

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa meminta Gubernur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat guna mengatasi anjloknya harga tembakau di Madura. Pasalnya, harga daun emas di tingkatan petani hanya Rp 15 ribu per kilogram.

“Salah satu langkah yang harus diambil pemerintah adalah membentuk BUMD, yang bertugas sebagai penyangga ketika harga tembakau anjlok,” kata politis PKB itu.

Badan usaha tersebut berperan sebagai penyeimbang harga. Jika pabrikan swasta membeli tembakau dengan harga murah, maka BUMD tersebut berkewajiban menyerap tembakau petani dengan harga yang lebih mahal.

Dengan demikian, harga tembakau tetap stabil dan petani tidak mengalami rugi yang teramat besar. “Kasihan petani kita, harusnya mereka meraup untung setelah berbulan-bulan bertani,” katanya.

Peraih suara terbayak nasional di internal PKB pada pileg 2019 lalu itu berjanji akan berjuang mengawal nasib petani. Dia akan mendorong eksekutif melakukan langkah penyelamatan terhadap petani.

Menurut Aliyadi, antara petani dengan perusahaan saling membutuhkan. Perusahaan butuh tembakau sebagai bahan dasar produksi rokok, sementara petani butuh dibeli dengan harga layak.

Mestinya, sebagai pihak yang saling membutuhkan, tidak ada yang dirugikan satu sama lain. Tetapi, yang terjadi selama ini berbeda. Petani sering merugi. “Kalau dulu satu kilogram tembakau bisa buat beli satu gram emas, kalau sekarang mana bisa, harganya sering anjlok,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Aliyadi menggelar serap aspirasi. Banyak masukan dan permintaan dari petani yang disampaikan. Aspirasi itu akan diperjuangkan sesuai tupoksinya sebagai wakil rakyat.

“Apapun akan saya lakukan demi membela petani. Petani kita harus untung, kasihan kalau terus merugi,” tukas pria berkacamata itu. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.