Selidiki Kasus Pemotongan Honor Jaspel Robatal, Polisi Periksa 4 Saksi

Sampang, (Media Madura) – Kasus dugaan pemotongan dana kapitasi untuk honor Jasa Pelayanan (Jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal terus bergulir. Saat ini, kasus tersebut ditangani penyidik Tipikor Satreskrim Polres Sampang.

Sedikitnya empat orang saksi turut diperiksa penyidik untuk memberikan keterangan. Mereka merupakan pegawai Puskesmas yang diketahui sebagai penerima dana kapitasi.

“Ada empat orang saksi hari ini (Senin-Red) dipanggil, pemanggilan ini untuk mengumpulkan data (Puldata) dan mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket),” ucap Kepala Unit III Tipikor Satreskrim Polres Sampang Ipda Indarta Hendriansyah, Senin (7/9/2020).

Indarta mewakili Kasat Reskrim AKP Riki Donaire Piliang menuturkan, pihaknya hanya memerlukan keterangan 15 orang saksi untuk mengungkap kasus dugaan pemotongan jasa pelayanan. Sementara total penerima honor jaspel sebanyak 44 orang pegawai Puskesmas Robatal.

Menurutnya, saat ini pemanggilan saksi tersebut merupakan pemanggilan awal sebagai proses klarifikasi dan permintaan data.

“Iya…. Jadi nanti total ada 15 orang pegawai Puskesmas kita panggil guna dimintai keterangan, sekarang proses awal baru masuk penyelidikan dan penyidikan,” tutur Indarta.

Agus Supriyadi salah satu saksi menjelaskan, dirinya datang memenuhi panggilan penyidik. Dalam pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB itu dirinya diberi 20 pertanyaan seputar kasus dugaan pemotongan Jaspel sebesar 13 persen dari total dana yang diterima.

“Saya terima surat panggilan polisi Sabtu (5/9) kemarin, Senin pagi tadi sudah dimintai keterangan seputar realisasi Jaspel mulai dari tahapannya sampai diterima,” singkatnya.

Sekedar diketahui, mencuatnya informasi terkait dugaan pemotongan jasa pelayanan 13 persen berawal dari keterangan salah satu penerima yang merasa janggal dengan pemotongan tersebut.

Pemotongan honor jasa pelayanan bagi petugas kesehatan itu diduga dilakukan secara terstruktur. Alasannya untuk uang partisipasi pembayaran honor tenaga sukarelawan.

Kenyataannya masih ada beberapa tenaga sukwan hingga kini gigit jari alias belum menerima uang partisipasi. Disisi lain, tidak ada aturan yang memperbolehkan memotong maupun memangkas dana Jaspel dengan bentuk alasan apapun.

Besaran potongan honor Jaspel tergantung dari jumlah total diterima. Salah satu penerima yang tak mau disebutkan namanya menuturkan, dirinya menerima honor sebesar Rp 2,5 juta lebih setelah dipotong 13 persen. Seharusnya ia menerima Rp 2,9 juta.

“Potongan hampir mencapai Rp 400 ribu rupiah per bulan, realisasi pencairan ini pada bulan Juli 2020, honor Jaspel memang cair melalui rekening masing-masing, tapi setelah cair ada petugas yang nagih nanti,” ucapnya.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.