Keluarga Korban Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan

Sampang, (Media Madura) – Keluarga korban penganiayaan Hj Hannah, warga Dusun Senneng, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, meminta aparat kepolisian setempat menangkap satu dari ketiga pelaku lain yang kini masih bebas berkeliaran.

“Kami berharap polisi benar-benar serius menangani dan mengusut tuntas kasus tersebut,” ucap H Syafik keluarga korban penganiayaan, Senin (17/8/2020).

Penganiayaan terhadap Hj Hannah terjadi pada Senin 9 Maret 2020 lalu di depan rumahnya. Hj Hannah dianiaya oleh tiga orang pelaku yakni Fausen, Nurul, dan Zaini.

Kejadian tersebut berawal dari hal sepele. Saat itu, Hj Hannah meminta menghentikan laju kendaraan truck yang tengah melintas depan rumah lantaran motor miliknya masih terparkir di pinggir jalan.

Ternyata truck fuso mengakut bahan material ready mix itu dikawal oleh keluarga Fausen Cs. Truck tersebut akan keluar dari lokasi pembangunan tower telekomunikasi.

Namun permintaan Hj Hannah tidak dihiraukan oleh keluarga Fausen, sehingga terjadilah cekcok mulut dengan tersangka Nurul.

Karena melihat saudaranya berkelahi, kedua tersangka bukannya melerai bahkan Fausen dan Zaini ikut mengeroyok dan menarik baju Hj Hannah hingga robek.

Korban juga mengalami luka dibagian wajahnya. Atas kejadian itu Hj Hannah melapor ke Polsek Banyuates karena keluarga pelaku tidak menunjukkan sikap ikhtikad baik untuk meminta maaf.

Setelah kasus ini dilaporkan, penyidik Polres Sampang menahan tersangka Zaini dan Nurul. Sedangkan tersangka Fausen hingga kini belum dilakukan penahanan.

H. Syafik menuturkan, berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SPHP) Polres Sampang yang dikirim kepada keluarga korban bahwa penyidik telah memanggil tersangka Fausen. Namun yang bersangkutan selalu mangkir dari panggilan penyidik.

“Polisi sempat melakukan upaya penangkapan paksa terhadap Fausen di rumahnya pada Jumat (14/8) malam ba’da magrib, tapi informasinya saat itu juga dia dilepaskan kurang tahu dengan alasan apa,” terangnya.

Pihak keluarga korban menilai, aparat kepolisian setempat tidak serius menanggapi kasus tersebut. Ia berharap kasus ini segera diselesaikan dan diproses secara hukum yang berlaku demi tegaknya hukum di Sampang.

Menanggapi hal itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang Iptu Sujianto membenarkan penangkapan tersangka Fausen. Namun penahanan Fausen ditangguhkan karena yang bersangkutan kondisinya sakit.

“Sudah ditangkap di rumahnya, karena kondisinya sakit sehingga pelaku tidak ditahan dan ditangguhkan penahanannya, sementara untuk berkas tersangka Zaini dan Nurul sudah dilimpahkan ke Kejari Sampang,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.