Warga Desak Polisi Sampang Tangkap Mantan Kades Pemalsu SPj Dana Desa

Mantan Kades Banjar Talela Kecamatan Camplong Ahmad Zaini memberikan keterangan terkait tidak lolos pencalonannya di Pilkades serentak 2019 lalu. (Ryan/Dok MM).

Sampang, (Media Madura) – Warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mempertanyakan tindak lanjut pihak kepolisian terkait kasus dugaan korupsi pemalsuan stempel serta tanda tangan SPj realisasi DD dan ADD tahun 2018 yang melibatkan mantan Kepala Desa Banjar Talela Ahmad Zaini (AZ).

Perwakilan warga H Urip mengatakan, kedatangan dirinya ke Mapolres Sampang bersama belasan warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pecinta Keadilan (AMPK) untuk meminta kepastian hukum.

Mengingat, selama ini Ahmad Zaini (AZ) sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) setelah Bendahara Desa, Bayu Alam, mendekam dibalik jeruji tahanan.

“Sejauh mana kejelasan dan kelanjutan penanganan hukum melibatkan mantan Kades yang sudah jadi DPO itu,” ujar H Urip di Mapolres Sampang Jalan Jamaluddin, Selasa (16/6/2020) siang.

Urip menuturkan, pihaknya juga memberikan support agar aparat kepolisian segera menangkap dan mengendus keberadaan AZ. Dalam waktu dekat, warga ingin menggelar aksi demo jika polisi belum berhasil menangkap AZ.

“Kami menghargai proses hukum dan tidak ingin mengintervensi, namun harus segera ditangkap,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro saat menemui warga menyampaikan, pihaknya berjanji akan segera mengamankan AZ yang saat ini masih melarikan diri dan berstatus DPO. Namun dirinya meminta masyarakat tetap tenang karena penanganan kasus tersebut dalam tahap penyidikan.

“Mohon doa dan dukungannya dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa segera ditangkap, kasusnya tidak berhenti karena sampai saat ini pencarian terus dilakukan, kamu minta masyarakat tenang dan bekerjsama serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat apabila ada yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan mohon melapor kepada kepolisian,” ungkap Didit.

Sebelumnya, Didit juga menyatakan bahwa penyidik berkali-kali melayangkan surat panggilan terhadap AZ yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dalam pemanggilan itu AZ diminta hadir untuk diperiksa sebagai saksi. Namun yang bersangkutan berubah statusnya dari saksi menjadi tersangka. Hingga kini, AZ tidak mengindahkan pemanggilan polisi.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.