Aliyadi Mustofa Minta Alumni Ponpes Miftahul Ulum Panyeppen Tetap Tenang

Pamekasan (Media Madura) – Kasus dugaan penghinaan terhadap Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Panyepen, RKH. Moh. Mudatssir Baddrudin menggelinding ke jalur hukum. Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Pamekasan dengan nomor register TBL/191/VI/2020/JATIM/RES.PMK.

Ribuan alumni memberi dukungan terhadap Polres Pamekasan menuntaskan kasus tersebut. Pemilik akun yang dinilai menghina Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur harus ditindak tegas.

Aliyadi Mustofa selaku alumni pondok pesantren tertua di Pamekasan itu berjanji akan mengawal proses hukum sampai tuntas. Pria yang juga Ketua Komisi B DPRD Jatim itu meminta proses penyelidikan dan penyidikan dugaan penghinaan melalui ITE itu segera dituntaskan.

Jika memenuhi unsur pelanggaran pidana, siapapun pelaku penghinaan itu harus disanksi sesuai hukum yang berlaku. Sebab, perbuatannya sangat melukai hati alumni dan seluruh warga muslim khususnya di Bumi Gerbang Salam.

Politisi PKB itu meminta seluruh alumni menahan diri. Saat sekarang, kasus tersebut dalam penanganan Polres Pamekasan. Korps Bhayangkara harus diberi kesempatan menyelesaikan tugasnya.

Aliyadi sangat memahami respon para alumni. Dia juga merasakan sakit hati yang sama karena pengasuh ponpes dihina. Tetapi, sebagai warga negara yang baik, tidak boleh melakukan tindakan melawan hukum.

Justru, harus bersabar dan mengawal hingga proses hukum selesai. Semua alumni harus solid dalam mengawal proses yang ditangani Polres Pamekasan itu. “Mari kita semua alumni bersabar hingga proses hukum tuntas,” ajaknya.

Aliyadi sangat menyesali media sosial (medsos) dijadikan sarana menghina ulama. Semestinya, medsos dijadikan wahana silaturrahim dan tukar informasi yang lebih bermanfaat. “Kita harus bijak menggunakan medsos,” tandasnya.

Diketahui, kasus penghinaan tersebut dilakukan dalam sebuah akun facebook dengan nama akun Suteki. Dalam komentarnya, Suteki menuliskan ajaran pondok Miftahul Ulum Penyepen mengibliskan.

Reporter: Zainol

Editor: Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.