2 Pesantren Besar di Sumenep Batasi Kunjungan Wali Santri

Pengemuman pembatasan kunjungan di pintu masuk PP Al-Amien Prenduan

Sumenep, (Media Madura) – Wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia menyebar dengan begitu cepat dalam dua pekan terakhir. Hingga saat ini, total pasien positif Covid-19 tercatat sebanyak 308 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 pasien meninggal dunia dan 15 pasien dinyatakan sembuh. Adapun seluruh data tercatat dari sebaran di 16 provinsi, termasuk Jawa Timur.

Untuk mencegah semakin meluasnya virus tersebut, berbagai langkah telah dikakukan pemerintah, mulai dari meliburkan sekolah, mencegah berkumpulnya banyak orang hingga perintah Presiden Jokowi untuk dilajukan pemeriksaan massal.

Lebih dari itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa menunda Salat Jumat untuk dua pekan ke depan. Sementara di Madura, tengah viral sejumlah pondok pesantren juga membatasi akses kunjungan wali santri.

Di antara pondok pesantren besar yang kini memperketat kunjungan, baik tamu atau wali santri adalah pesantren Al-Amin Prenduan dan Annuqayah Guluk-Guluk.

“Ya benar, mas, terakhir saya berkunjung hari Rabu kemarin sudah ada pembatasan, boleh ketemu anak tapi luar dalam gerbang,” kata salah seorang wali santri Al-Amin Putri, Ifa Yunita (32) kepada mediamadura.com, Jumat (20/3/2019).

“Kalau sekarang sudah tidak boleh masuk sama sekali, mas, infonya sampai tanggal 29 Maret (2020). Tetapi semuanya masih menunggu perkembangan, bisa saja diperpanjang,” tambahnya.

Sementara di Annuqayah, pihak pengasuh mengeluarkan Surat Edaran dan pengumuman terkait pembatasan kunjungan oleh wali santri. Langkah tersebut diambil dalam rangka ikut serta mencegah penyebaran Covid-19.

“Pemberitahuan dari PP Annuqayah. Mulai hari Jum’at, 20 maret, seluruh daerah di PP Annuqayah tidak menerima kunjungan wali. Barang, uang dll untuk santri hanya bisa dititip pada petugas di titik yang telah ditetapkan,” demikian pengumuman dari salah seorang pengasuh Annuqayah, K. Hazmi Basyir.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.