Kejaksaan Sampang Tunggu Hasil Audit Soal Penyelidikan Kasus DD Sokobanah

Massa berorasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Sampang terkait penanganan kasus dugaan korupsi DD Sokobanah Daya, Senin (24/2/2020) siang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Penyidik Kejaksaan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, masih menunggu hasil audit tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terkait dugaan korupsi dana desa (DD) Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

“Masih nunggu hasil audit tim ahli dari ITS, nanti seperti apa hasilnya baru kita tentukan sikap secara yuridis,” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang Edi Sutomo saat dihubungi, Rabu (4/3/2020) siang.

Edi mengatakan, hingga kini hasil audit tim ahli mengenai perkembangan penyelidikan belum turun kepada institusinya. Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat tetap bersabar dan memasrahkan sepenuhnya penanganan hukum tersebut.

“Tunggu saja perkembangan penyelidikannya, kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus itu,” kata Edi.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi DD tahun anggaran 2018 berupa pembangunan proyek irigasi senilai Rp 589.246.000 di Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, dilaporkan oleh masyarakat kepada Kejari Sampang pada 15 Maret 2019 lalu.

Senin 24 Februari kemarin, warga mengatasnamakan Ikatan Masyarakat Sokobanah (IMS) bersama pegiat anti korupsi Madura Development Watch (MDW) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Sampang.

Mereka mendesak agar penanganan kasus DD Sokobanah Daya ada kejelasan hukum dan segera menetapkan oknum kepala desa setempat sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Maskur dihadapan puluhan massa menyampaikan, penanganan kasus dugaan korupsi DD sudah sesuai yuridis. Bahkan sudah melakukan pemanggilan terhadap 16 orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan.

“Jadi tidak bisa dikatakan selesai satu atau dua hari lagi karena harus profesional dan tidak ingin bertindak gegabah, pada waktu tim ahli turun pelapor juga diajak ke lokasi proyek supaya tahu dan tidak dianggap main-main,” tegasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.