Polisi Tangkap Penimbun BBM Bersubsidi di Sampang, 1.300 Liter Solar Disita

Polisi menyita dan menyegel puluhan jerigen berisi solar bersubsidi hasil penimbunan. Mobil pickup Mitsubishi L 300 bernopol M 9948 NA juga turut diamankan, Jumat (21/2/2020). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang berhasil mengungkap kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Satu orang tersangka turut diamankan pada Kamis 13 Februari 2020 sekitar pukul 23.00 WIB.

Dia diketahui bernama H. Mahdi (45) yang diduga mencari keuntungan dengan menimbun solar bersubsidi sebanyak 1.300 liter.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro melalui Kasat Reskrim AKP Riki Donaire Piliang mengatakan, modus yang digunakan tersangka ialah dengan cara membeli solar bersubsidi di SPBU yang ada di wilayah Ketapang.

Tersangka asal Dusun Talandung, Desa Asem Jeren, Banyuates, ini menimbun menggunakan pickup Mitsubishi L 300.

“Jadi tersangka membeli solar ke SPBU dengan puluhan jerigen yang diangkut menggunakan mobil pickup,” kata Riki dalam ungkap Kasus di Mapolres Sampang, Jumat (21/2/2020) sore.

Riki menuturkan, penangkapan tersangka sendiri berawal dari informasi masyarakat mengenai pengangkutan solar ditengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dari laporan itu polisi melakukan penyelidikan dan benar adanya modus tersebut. Petugas mendapati sebuah mobil pickup hitam dengan nopol M 9948 NA mengangkut bahan bakar solar.

“Akhirnya polisi memberhentikan mobil pickup itu di Jalan Raya Desa Ketapang Barat, ribuan liter solar tersebut akan dibawa ke rumahnya dan dijual kepada para nelayan,” ucap Riki.

Hasil keterangan tersangka, ia baru sekali melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan atau niaga BBM jenis solar. Tersangka hanya ingin menambah penghasilan dari bisnisnya itu.

“Saat kita lakukan penangkapan, tersangka bilang tidak tahu yang dilakukannya ini melanggar hukum, memang tersangka asli orang desa, tetapi bagaimana pun tetap salah,” tegasnya.

Kasat Reskrim kembali menegaskan pihaknya masih mengembangkan kasus penimbunan solar bersubsidi untuk mengetahui apakah ada indikasi keterlibatan pihak-pihak lainnya.

“Kami masih mendalami itu,” ungkapnya.

Saat ini, tersangka dan barang bukti berupa mobil pickup L 300 serta 38 jerigen berisi solar 1.300 liter diamankan di Mapolres Sampang.

Tersangka dijerat pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.