Dua penyebar video viral asusila diamankan polisi. Tersangka merupakan karyawan ponsel di tempat terjadinya video yang direkam. Senin (17/2/2020) siang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Belakangan ini masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dihebohkan video viral pria berkopyah dan bersarung telanjangi wanita di sebuah pinggir Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto Kota Sampang.

Usut demi usut, dua orang itu ternyata memiliki ketergangguan mental. Aksinya direkam dan disebar melalui media sosial oleh dua pemuda yang bekerja di sebuah toko ponsel hp di lokasi kejadian.

Dua orang karyawan tersebut bernama Jamaluddin (26) warga Desa Gunung Maddah, Kota Sampang, dan Ahmad Fawaid (22) warga Kecamatan Karang Penang.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, dua karyawan ponsel sudah diamankan sejak Jumat 14 Februari. Kejadian asusila itu terjadi pada Rabu 12 Februari kemarin.

“Tujuan dari tersangka ini awalnya iseng dan motifnya hendak bercanda, tapi sudah menyalahi aturan,” ujar Didit dalam ungkap perkara di Mapolres Sampang, Senin (17/2/2020).

Kapolres menerangkan peran kedua tersangka. Awalnya tersangka Jamaluddin sengaja menyuruh pria berkopyah inisial JI menghampiri seorang wanita yang sama-sama memiliki ketergangguan mental untuk melakukan tindakan asusila.

JI akhirnya menarik celana wanita tersebut hingga separuh telanjang atas perintah tersangka. Disitulah Jamal merekam perbuatan konyol itu. Video asusila berdurasi 26 detik lalu dikirim ke grup WhatsApp.

Salah satu anggota grup bernama Fawaid mengambil videonya dan dijadikan story. Dari story WhatsApp tersangka Fawaid, video langsung tersebar dan viral di media sosial.

“Barang bukti yang kita amankan ada dua hp merk Vivo dan Oppo milik tersangka yang digunakan saat merekam dan menyebar video,” ungkap Kapolres.

Menurut Didit, video tersebut bisa dikategorikan konten video asusila. Tersangka menyalahi aturan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam aturan tersebut diatur pada Pasal 45 ayat 1 Nomor 19 UU Tahun 2016.

“Ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.