Penetapan Tersangka Sekolah Ambruk di Sampang Tunggu Hasil Audit

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menerangkan perkembangan penyelidikan kasus sekolah ambruk di SDN Samaran 2, Tambelangan, Kamis (6/2/2020). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menegaskan, penyidikan kasus ambruknya atap ruang kelas SDN Samaran 2, Kecamatan Tambelangan, terus dilakukan. Penyidik masih menunggu hasil audit tim ahli dalam menetapkan tersangka.

“Dalam waktu dekat hasil audit tersebut akan selesai dan disampaikan ke publik, selama penyelidikan sudah memintai keterangan baik kontraktor pelaksana serta semua pihak yang terlibat dalam proyek itu,” ungkap Didit, Kamis (6/2/2020) kemarin.

Menurut Didit, hasil audit tersebut akan diketahui apakah ada unsur tindak pidana korupsi. Sebelumnya, tim ahli telah memeriksa beberapa kontruksi bangunan-bangunan itu.

Mantan Kapolres Trenggalek ini juga memastikan penetapan tersangka lebih dari satu orang. “Sebenarnya tersangkanya itu lebih dari satu orang, tapi kita liat nanti hasil audit,” tegasnya.

Dalam kasus ambruknya dua ruang kelas IV dan V di SDN Samaran 2, Tambelangan, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi. Pernyataan Kapolres pada Selasa (21/1) lalu, bahwa perkara kasus tersebut sudah dinaikkan menjadi penyidikan.

Peristiwa sekolah ambruk terjadi sekitar pukul 09.00 WIB Jumat (17/1/2020). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Diduga penyebab ambruknya gedung sekolah karena konstruksi bangunan rapuh.

Terlihat beberapa bahan material seperti kayu atap menggunakan kayu bekas yang masih digunakan kembali. Padahal, ruang kelas tersebut baru direhab pada tahun 2017 dengan anggaran sebesar Rp 150 juta bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.