Kejari Sampang Kembalikan Uang Negara Rp 10 Miliar

Uang miliaran rupiah hasil korupsi kasus tebu akan dikembalikan kepada negara. Kejari Sampang merilis pengembalian di ruang aula kejaksaan, Selasa (14/1/2020) pukul 11.00 WIB. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri Sampang mengembalikan uang kerugian negara dari kasus korupsi hampir sekitar Rp 10 miliar. Uang itu hasil penyitaan kasus tipikor program Bansos Pengembangan Tanaman Tebu Kebun Benih Datar (KBD) tahun anggaran 2013.

“Total pengembalian kerugian negara dari kasus korupsi benih tebu ini mencapai Rp 9.981.101.679, atau hampir Rp 10 miliar rupiah,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Maskur kepada wartawan, Selasa (14/1/2020) siang.

Nilai Rp 9,9 miliar itu berasal dari dua Kelompok Tani (Poktan) yang menerima dana bantuan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sampang yang bersumber dari APBN 2013.

Maskur mengatakan, dua kelompok itu meliputi Koperasi Usaha Makmur dan Koperasi Serba Usaha. Dalam kasus tersebut pihaknya juga mengamankan 43 rekening bank milik kelompok penerima bantuan.

Rinciannya, 21 rekening dibawah naungan Koperasi Usaha Makmur serta 22 rekening dalam naungan Koperasi Serba Usaha.

“Ada 43 rekening bank yang disita dari dua Poktan,” jelasnya.

Kajari Sampang menuturkan, uang negara yang berhasil diselamatkan tersebut dari terpidana Edi Junaidi, Syaihul Anwar, Gada Rahmatullah, Abdul Aziz, Abdul Majid, Slamet Riyadi, Imam, dan Singgih Bektiono.

Untuk diketahui, realisasi dana bansos pengadaan bibit tebu terjadi pelanggaran yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,1 miliar. Penyidikan kasus korupsi ini dimulai sejak 10 Desember tahun 2018. Amar putusan Pengadilan Negeri Surabaya telah inkrah pada 25 Maret 2019

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.