Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Sumenep, (Media Madura) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan mengirim surat kepada Bupati, A. Busyro Karim.

Surat tersebut mendesak Bupati mengeluarkan imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjaga netralitas dalam Pilkada sejak saat ini.

Hal itu menyusul ditemukannya perempuan yang menggunakan pakaian mirip dengan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep menyebar kalender bergambar salah satu Bacalon.

Kalender yang disebar itu diduga bergambar foto Fattah Jassin, salah seorang Bacalon yang mendaftar ke PKB.

“Hari ini kami akan mengirimkan surat ke Bupati agar Pemkab mengeluarkan imbauan kepada ASN untuk menjaga netralitas pada Pilkada nanti,” tutur Anggota Bawaslu Sumenep, Imam Syafi’i, Selasa (14/1/2020).

Kata Imam, terkait tidak netralnya ASN, saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak, karena pendaftaran calon belum dibuka dan belum ada penetapan pasangan calon.

“Kalau sekarang kan belum ada penetapan calon, jadi kami hanya bisa mengirim surat ke Bupati agar mengeluarkan imbauan,” paparnya.

Untuk diketahui, aturan mengenai netralitas ASN maupun TNI dan Polri dalam pemilu sudah dijelaskan dalam UU nomor 5 tahun 2014 Pasal 2 huruf f secara tegas menjelaskan ASN harus bisa menjaga netralitas.

Kemudian dalam Pasal 280 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu disebutkan selain ASN, pimpinan MA, MK hingga perangkat desa dan kelurahan dilarang terlibat dalam kegiatan kampanye.

Dalam Pasal 494 UU Nomor 7 Tahun 2017 mengatakan, setiap ASN yang terlibat sebagai pelaksana atau tim kampanye sebagaimana dimaksud Pasal 280 ayat 3, dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara paling lama satu tahun dan denda Rp 12 juta.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.