Kasus Pencabulan Terhadap Anak di Sumenep 2018, Diklaim Menurun

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti

Sumenep, (Media Madura) – Kasus kekerasan terhadap anak termasuk pencabulan anak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diklaim menurun pada tahun 2019 ini.

Pasalnya, pada tahun 2018 lalu ada 31 kasus kekerasan. Sedangkan hingga akhir bulan November 2019 ini, ada 21 kasus kekerasan terhadap anak atau aksi cabul.

Berdasarkan data yang dimiliki Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, dari 21 kasus kekerasan terhadap anak tersebut, 10 kasus diantaranya berupa pencabulan, aksi kekerasan fisik terdapat 9 kasus, serta membawa lari perempuan 2 kasus.

Dari sekian kasus itu, 8 kasus pencabulan proses hukumnya sudah terselesaikan, 2 kasus penganiayaan terhadap anak sudah terselesaikan, dan 2 kasus membawa lari perempuan juga sudah terselesaikan.

Menurut Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, yang menarik dari sekian kasus tersebut, pelaku kekerasan seringkali dilakukan orang terdekat dari anak itu sendiri.

Oleh sebab itu, pihaknya senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kekerasan terhadap anak. Kata dia, kasus itu memiliki ancaman hukuman yang cukup berat.

“Kita lakukan pendekatan pada pihak keluarga, menyampaikan himbauan pada masyarakat, bahwa kasus terhadap anak ini, hukumannya berat. Biar mereka tidak semena-mena terhadap anak,” imbaunya.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.