Pembangunan Shelter Terminal Ketapang Dianggarkan Rp 250 Juta

Terminal Ketapang tengah proses pembangunan shelter. (Zainal/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang menyiapkan anggaran sebesar Rp 250 juta untuk pembangunan shelter terminal Ketapang. Saat ini, progress pengerjaan fasilitas shelter atau tempat pemberhentian kendaraan angkutan tersebut sudah hampir rampung. Kamis (24/10/2019).

Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang Heri Budiyanto, mengatakan pembangunan terminal wilayah pantura itu dilaksanakan secara bertahap yang dimulai sejak 2017 lalu. Tahun sebelumnya yaitu 2018, sudah dibangun pagar dan jalan sebagai fasilitas terminal dengan menghabiskan anggaran dana mencapai Rp 450 juta.

“Pembangunan terminal Ketapang secara bertahap, karena keterbatasan anggaran, setiap tahun ada digelontarkan, saat ini masih pembangunan shelter,” kata Heri, Rabu (23/10) kemarin.

Dia menyampaikan, pembangunan terminal ditargetkan rampung pada 2021 mendatang. Namun semua itu tergantung ketersediaan anggaran pemerintah daerah. Di tahun 2020, pihaknya mengaku sudah mengajukan sebesar Rp 500 juta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk pembangunan ruang tunggu penumpang.

“Total anggaran yang butuhkan hingga terminal ini rampung dan siap beroperasi kurang lebih sebesar Rp 2 miliar, makanya cepat tidaknya proses pembangunan terminal tergantung ketersediaan anggaran, khawatir anggaran yang diajukan dipangkas dan dialihkan ke program lain yang lebih diprioritaskan,” ucapnya.

Lebih lanjut Heri menerangkan, keberadaan terminal Ketapang akan dijadikan terminal tipe C dengan dilengkapi fasilitas lengkap seperti minimarket, mushola, taman bermain, ATM center dan lainnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPRD Sampang Ubaidillah meminta Dishub lebih optimal dalam menjalankan program pembangunan terminal Ketapang. Mengingat keberadaan terminal juga bisa menyumbang pendapatan asli daerah dari retribusi dan bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

“Selama ini, pihak Dishub terkesan kurang serius menggarap dan menyelesaikan terminal itu karena kenyataan dilapangan progres pengerjaan pembangunan seperti shelter saja lambat, maka kedepan harus optimal mengingat keberadaan terminal di pantura yang representatif untuk mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar,” harapnya.

Reporter : Zainal
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.