Sekda Sampang Yuliadi Setiawan memimpin rapat tertutup terkait polemik P2KD Labuhan, Kecamatan Sreseh, di aula mini Pemkab Sampang, Rabu (23/10/2019). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Merasa menimbulkan ketidak kondusifan dan polemik menjadi alasan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Labuhan, Kecamatan Sreseh, memilih untuk mengundurkan diri. Namun aroma dugaan intervensi dari tim kabupaten kepada panitia tercium.

Informasi diterima media ini, pengunduran diri Ketua P2KD Marsuki disinyalir ada intervensi tim kabupaten. Buntut keputusan itu membuat seluruh anggota panitia Pilkades yang berjumlah 21 orang juga memilih mundur.

“Oknum pejabat kecamatan itu menyuruh Ketua P2KD Marsuki harus mundur setelah diperintah begitu, kalau masih Marsuki bikin tidak kondusif, yang bersangkutan dipanggil dan tiba-tiba mau mundur, ini sangat jelas ada intervensi tim kabupaten untuk memenangkan calon kades tertentu,” terang salah satu warga yang berpengaruh di Desa Labuhan, Rabu (23/10/2019).

Pria ini juga menyakini pelaksanaan Pilkades Labuhan bisa berlangsung kondusif asal semua pihak baik panitia, tim kecamatan, maupun tim kabupaten, menjalankan tupoksinya secara jujur dan adil. Sehingga pesta demokrasi tingkat desa itu berjalan sukses tanpa ditunggangi kepentingan politik tertentu.

“Kalau ada panitia yang tidak netral silahkan bisa dilaporkan, ada ranahnya masing-masing, tapi jika panitia melanggar aturan,” tuturnya.

Pada pukul 09.00 WIB, panitia Pilkades beserta pihak kecamatan mendatangi kantor Pemkab Sampang dan menggelar rapat tertutup. Mereka mencari solusi agar pelaksanaan pemilihan di Desa Labuhan tetap kondusif.

Sekretaris Daerah Pemkab Sampang Yuliadi Setiawan, mengatakan polemik Pilkades Labuhan terjadi hanya miskomunikasi. Ketua P2KD Marsuki masih mengajukan pengunduran diri. Ia juga secara tegas tidak ada bentuk intervensi tim kabupaten kepada pihak manapun.

Lebih lanjut Yuliadi menyampaikan, sebelum keputusan yang diambil P2KD itu pihaknya akan mengkroscek untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dalam waktu dekat, dirinya berjanji bisa menyelesaikannya.

“Sementara analisa saya hanya miskomunikasi, ini tugas saya dan tim kabupaten untuk mencari tahu seperti apakah yang sesungguhnya, adakah bentuk intervensi itu atau bola liar yang sengaja dihembuskan pihak luar agar kondisi seperti ini,” ujarnya.

“Pak Marsuki itu merasa kehadirannya di P2KD membuat ketidak kondusifan, ada yang bilang diintervensi tapi gak jelas juga tadi, kalau harapan yang lain ingin Marsuki tetap jadi ketua,” imbuhnya.

Yuliadi mengingatkan seluruh panitia Pilkades yang menggelar pemilihan serentak tetap bekerja secara profesional dan netral. Tentu aturan kerjanya mengacu pada Perda dan Perbup.

Sementara Camat Sreseh Abdul Fatah dan Ketua P2KD Labuhan Marsuki kompak memilih menghindar usai rapat tertutup. Saat dikonfirmasi dibalik telepone juga belum bisa memberikan keterangan.

Reporter : Ryan
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.