Nelayan asal Sampang menurunkan hasil tangkapan ikan di pelabuhan tanglok, Jumat (12/10/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

F-ilustrasi Sampang, (Media Madura) – Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mencatat jumlah masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Sampang mencapai 15 ribu jiwa, 3 ribu di antaranya nelayan tidak aktif dan 12 ribu jiwa lainya nelayan aktif.

Dari jumlah nelayan aktif itu hanya 6 ribu terdaftar dan terdata program kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka). Sedangkan, 50 persen atau 6 ribu lainnya belum tercover.

Nelayan hingga budidaya ikan maupun petambak garam wajib terdata dan mendapatkan kartu Kusuka sebagai identitas. Aturan ini berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor 39/Permen-KP/2017 tentang Kusuka.

“Ada 6 ribu jiwa nelayan atau 50 persen belum terdata, selebihnya sudah terdata Kusuka,” ujar Plt Kepala Dinas Perikanan Sampang Ummi Hanik Laila kepada media, Senin (21/10) kemarin.

Menurutnya, semua nelayan aktif di Sampang sejatinya sudah didaftarkan program Kusuka. Meski begitu, ada beberapa nelayan yang belum memenuhi persyaratan. Namun ia tidak menyampaikan secara detail alasan tersebut.

Ummi Hanik menuturkan, fungsi kartu Kusuka itu sebagai identitas profesi pelaku usaha kelautan dan perikanan, basis data untuk memudahkan perlindungan dan pemberdayaan bagi para pelaku usaha, pembinaan, pelayanan dan sebagainya, serta sebagai sarana untuk memantau dan evaluasi pelaksanaan program-program pemerintah.

“Yang jelas, kusukan ini berfungsi sebagai perlindungan untuk mendapatkan asuransi, identitas dalam mengakses bantuan dari pemerintah, karena kedepan ini persyaratan mendapatkan bantuan wajib memegang kartu kusuka ini,” terangnya.

Lebih lanjut Ummi juga menerangkan, program Kusuta sepenuhnya menjadi kewenangan pusat, mulai dari tahapan pendataan dan realisasinya. Pemerintah daerah hanya sebatas memantau dan memonitoring progres pendataan dan pengimputan penerima kartu Kusuka.

“Sedangkan proses pendataan para nelayan di sejumlah wilayah dilakukan oleh para petugas penyuluh perikanan di Sampang, kadang realisasi kartu Kusuka itu pemerintah pusat langsung turun kepada para nelayan di berbagai wilayah, Sehingga kami tidak mengatahui secara real di lapangan,” imbuhnya.

Reporter : Ryan
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.