Wakil Ketua Komisi I DPRD Sampang Ubaidillah. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Wakil Ketua Komisi I DPRD Sampang Ubaidillah meminta tim kabupaten mengambil alih untuk menyelesaikan polemik Pilkades yang terjadi di beberapa desa. Seperti di wilayah Kecamatan Tambelangan, Camplong, dan Sokobanah.

“Harus diambil alih oleh tim kabupaten, sehingga pelaksanaan tetap berjalan sesuai tahapan,” kata Ubaidilah, Kamis (17/10/2019) kemari.

Politisi Partai Golkar itu menyebut, polemik tahapan Pilkades yang terjadi di Sampang muncul adanya keraguan hasil tes seleksi tambahan. Pendukung dan kontestan bakal calon kades menuding tim independen tidak relevan.

Menurut Ubaidilah, kedepan perlu pembenahan terhadap regulasi pemilihan kepala desa. Dalam hal ini mengenai batas pencalonan. Sebab, selama proses seleksi tersebut ada celah strategi politik untuk menggugurkan lawan tertentu.

“Kalau tidak ada pembatasan calon, pasti tidak serta merta untuk mobilitasi orang untuk mendaftar, dari aturan inilah sudut negatifnya ada celah strategi politik, lebih dari lima harus di tes dan yang tidak lulus itu menjadi polemik,” ungkapnya.

Jika regulasi itu terus diikuti, dirinya yakin selama pelaksanaan demokrasi di desa terjadi konflik. “Setiap tahun pasti terus ada, buktinya sekarang ini, salah satu kontestan bacakades yang merasa mampu dan punya kualifikasi ternyata digugurkan, sehingga muncul persepsi tim independen tidak independen, tapi desa yang lain tetap damai karena calon tidak lebih lima,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.