Bupati Sumenep, A. Busyro Karim saat menemui AH dan keluarganya

Sumenep, (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim menginginkan kasus yang menjerat seorang pemuda asal Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan menjadi pelajaran semua pihak.

Bahwa semua pihak harus bijak dalam berinteraksi dan berkomunikasi di media sosial. Sebab, selain bisa merugikan orang lain, juga dapat membahayakan diri sendiri.

Sebelumnya, Bupati melaporkan seorang pemuda inisial AH ke Mapolres Sumenep. Hal itu dipicu komentar bernada ancaman yang diposting pemuda tersebut di kolom momentar facebook.

“Saya berharap semua mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Kritis di media sosial boleh, cari sensasi di facebook boleh, tapi harus bijak dalam menyampaikan,” ujar Bupati di sela-sela bertemu AH dan keluarganya.

Pada kesempatan itu, Bupati dua periode ini menerima permohonan maaf dari AH dan keluarganya. Namun, sekali lagi ia menegaskan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Tidak hanya yang berkaitan dengan saya, tapi dengan siapapun segala aktifitas dan ucapan harus benar-benar bijak, terlebih di media sosial yang bebas itu,” imbuhnya.

Pengasuh Ponpes Al-Karimiyah Baraji ini juga mengingatkan tentang tradisi Madura yang kental dengan istilah Bhepa’ Babhu’ Ghuru Rato (Bapak Ibu, Guru dan Raja).

“Nah, ungkapan Bhepa’ Bhebu’ Ghuru Rato itu dalam maknanya, bahwa kita semua harus menjaga etika, lebihlebih kepada bapak-ibu, guru dan raja. Meski di sisi lain tetap harus kritis terhadap raja, cuma harus bijak,” pesan Busyro.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.