Moh Efendi (12) dikurung di bekas kandang ayam.

Pamekasan, (Media Madura) – Moh Efendi (12) putra pasangan Hamzah (47) dan Latifah (36) Warga Dusun Bringin, Desa Angsana, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dikutung di bekas kandang ayam.

Anak ini rupanya mengalami retardasi mental atau keterbelakangan mental dan bukan mengalami gangguan jiwa. Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan dr Farid Anwar.

Dikatakan, anak ini sudah pernah di rawat di rumah sakit dan telah dilakukan tindakan medis. Berdasarkan hasil diagnosa dari dokter anak yang kini hanya beraktivitas di kandang berukuran sekitar 1×1 meter ini mengalami keterbelakangan mental.

“Kami sudah melakukan tindakan medis dan bahkan telah menyarankan agar anak ini secara rutin harus melakukan fisioterapi,” katanya kepada wartawan usai menjadi pembicara di acara dialog Spektrum di kantor JTV Madura.

Bahkan, kata Farid yang juga merupakan direktur rumah sakit dr Slamet Martodirdjo ini, pihaknya juga telah berkordinasi dengan dinas sosial untuk diberikan bantuan sosial terhadap anak tersebut, dan bantuan sosial telah diberikan.

“Jadi bocah asal Desa Angsanah yang katanya dikrangkeng itu, sekitar akhir bulan Agustus sudah pernah dirawat di RSUD. Kami berharap agar anak ini secara rutin dilakukan fisioterapi,” ucapnya.

Farid berharap agar kedua orang tua anak ini secara rutin membawa anaknya ke rumah sakit untuk dilakukan fisioterapi sehingga bisa tertangani dengan baik oleh dokter.

Reporter : Ist
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.