Kapolres dan Waka serta Kasat Reskrim menunjukkan berkas perkara penyidikan kasus SMPN 2 Ketapang, Rabu (2/10/2019). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengungkap kasus dugaan korupsi Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang yang menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan Moh Jupri Riyadi dan Kasi Sarpras Akh Rojiun.

Dalam kasus itu sudah ada tujuh tersangka dilakukan penahanan, mulai dari pemilik CV, peminjam CV, konsultan pengawas, hingga PPK dan PPTK. Nilai kerugian ambruknya gedung sekolah tersebut sebesar Rp 134 juta.

“Asal pengungkapan kasus Tipikor SMPN 2 Ketapang berawal dari hasil pengembangan tersangka Abd Aziz selaku Direktur CV dan berlanjut ke peran tersangka lain, secara teknis silahkan ke penyidiknya,” ungkap Didit saat press release di Mapolres Sampang, Rabu (2/10/2019).

Sementara Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiantana, menerangkan pelapor kasus korupsi RKB SMPN 2 Ketapang yaitu Abd Aziz. Dari laporan itu penyidik mengembangkan perkara tersebut hingga menyeret tersangka lain termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).

“Pelapor awalnya dari Abd Aziz bukan Jupri, kita lakukan pengembangan dan berkas dikirim ke kejaksaan, dari situ ada petunjuk P19 dan mengembang keenam tersangka,” jelasnya.

Subiantana kembali menegaskan, Jupri tidak melaporkan ambruknya gedung sekolah. Karena sebagai PPK yang mempunyai kewenangan untuk mengawasi proyek tersebut. Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti berkas administrasi pengerjaan proyek SMPN 2 Ketapang.

“Silahkan nanti dibuktikan di persidangan, kalau melaporkan tidak (Jupri), dia harus ikut mengawasi terhadap pembangunan sekolah itu,” katanya.

Pernyataan penyidik Polres Sampang bertolak belakang dengan nyanyian Jupri Riyadi saat ditahan oleh Kejaksaan Negeri. Mantan Kepala Disdik itu menuturkan dirinya sebagai pelapor dalam peristiwa ambruknya pembangunan gedung sekolah.

Ia juga sudah menjalankan tugasnya dengan memberikan teguran kepada pemilik CV semasa pemeliharaan.

“Saya kaget dengan kasus ini, yang melaporkan itu saya tapi sekarang saya jadi tersangka, tapi ini resiko jabatan, saya ikhlas untuk menjalani,” ujar Jupri.

Kasus ambruknya proyek SMPN 2 Ketapang sudah tujuh tersangka dilakukan penahanan. Diantaranya, Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz (AZ), peminjam CV Mastur Kiranda (MK), pelaksana proyek Norman (N), serta konsultan pengawas Didik Hariyanto (DH) dan staf Sofyan (S).

Kemudian, PPK dalam hal ini mantan Kepala Disdik Sampang Moh Jupri Riyadi, dan PPTK Akh Rojiun.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.