Mahasiswa berdemo di depan Mapolres Sampang dengan menggelar aksi teatrikal, Senin (16/9/2019). (Zainal/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kantor Kepolisian Resort Sampang, Madura, Jawa Timur, didemo puluhan mahasiswa PMII, Senin (16/9/2019) siang. Mereka meminta kepolisian segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di muka publik.

Aksi demo PMII ini buntut adanya tindakan represif dan premanisme yang dilakukan oknum polisi saat mengamankan unjuk rasa menolak kenaikan BPJS di gedung DPRD Sampang yang berlangsung beberapa waktu lalu.

“Salah satu teman kami ada yang terluka, bahkan dicekik dan diinjak oleh polisi waktu demo ricuh kemarin, tindakan ini tidak manusiawi,” teriak Ketua Umum PC PMII Sampang Abd Rohman di depan Mapolres.

Rohman menyayangkan tindakan polisi yang dinilainya telah mencoreng citra kepolisian. Pasalnya mahasiswa berdemo hanya menyuarakan aspirasinya. Tugas pokok kepolisian tertuang dalam Undang-undang Nomor 02 tahun 2002 pasal 13.

“Aturan itu tidak satu butir pun menyebut bahwa bebas melakukan tindakan represif, dalam kondisi apapun anggota polisi tidak dibenarkan seperti kemarin, kami berhak menyampaikan pendapat di muka umum,” jelasnya.

Sementara Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman saat menemui mahasiswa menerangkan, segala bentuk penyampaian aspirasi memang diatur dalam perundang-undangan. Seperti termaktub pasal 28E UUD 1945 dan UU Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat.

Namun demonstran harus tetap menaati aturan yang tidak boleh dilanggar, seperti tidak boleh mengganggu ketertiban, tidak boleh anarkis, dan saling menghormati pengunjuk rasa dengan petugas pengamanan.

“Kalau ada anggota saya yang kurang baik kepada kalian, secara pribadi kalau itu perlu minta maaf, saya meminta maaf sekarang,” singkatnya.

Reporter : Zainal Abidin
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.