Masyarakat gotong royong memperbaiki jembatan yang rusak ambles di Desa Pacangga'an, Pangarengan, Jumat (13/9/2019).

Sampang, (Media Madura) – Sudah hampir setahun tak kunjung diperbaiki, warga Pacangga’an, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya memperbaiki jembatan yang rusak ambles secara swadaya, Jumat (13/9/2019) pagi.

Hari pertama perbaikan, masyarakat mulai membongkar bongkahan besi jembatan yang terputus untuk mengganti ke ukuran besar agar kuat menahan beban. Putusnya jembatan itu membuat masyarakat kebingungan karena salah satu akses jalan antar Kecamatan.

Kepala Desa Pacangga’an Syaiful Islam mengatakan, masyarakat tidak sabar menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah setempat. Sebab, banyak warga mengeluh karena sering menyebabkan kendaraan terperosok saat melintasi jembatan.

“Sudah ada korban jiwa akibat jembatan ini ambles, maka itu dengan peralatan seadanya warga gotong royong diperbaiki karena sifatnya harus cepat,” ujarnya di lokasi jembatan rusak.

Kades yang akrap disapa Ba Syaiful ini menuturkan, jembatan yang dibangun sejak dulu hasil swadaya tersebut merupakan akses penghubung Kecamatan Pangarengan dengan Kecamatan Torjun. Selama jembatan rusak kendaraan mobil tak bisa melalui lokasi tersebut bahkan terpaksa harus memutar jauh dari kawasan Pacangga’an.

“Kalau sepeda motor masih bisa tapi sedikit membahayakan,” terangnya.

Menurutnya, lokasi kerusakan itu sudah pernah ditinjau oleh Pemerintah Kabupaten. Semasa kepemimpinan Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto bersama Dinas PUPR. Hingga kini, janji untuk memperbaiki dan akan mengganti biaya swadaya hanyalah harapan belaka.

“Iya, hanya dijanjikan sampai saat ini tidak diganti, seharusnya pemerintah harus bijak dan tepat, tidak tutup mata dengan kondisi di bawah,” keluhnya.

Bupati Sampang H.Slamet Junaidi menanggapi perbaikan jembatan hasil swadaya masyarakat. Ia menyarankan pemerintah desa untuk segera melaporkan dan mengusulkan kepada pemerintahan kabupaten. Kecuali, dalam kondisi darurat.

“Kami ini pemerintahan, bikin usulan lewat proposal, langsung kami tinjau dan diperbaiki, semua harus butuh proses,” katanya.

“Pemerintah itu tidak serta merta buat program bla blaa, kalau tidak ada dasarnya maka akan ada temuan BPK, kami pasti siap memperbaiki kecuali darurat seperti gempa atau bencana lainnya,” imbuhnya.

Terpisah, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang Hasan Mustafa, mengaku akan meninjau langsung kondisi jembatan di Desa Pacangga’an. Pada tahun ini, terdapat program kegiatan di wilayah tersebut sehingga perlu dipastikan posisi jembatan yang ambruk.

“Memang ada kegiatan disana yang masuk tahap lelang, makanya kami perlu mamastikan terlebih dahulu, kita akan cek kelapangan takut ada tambahan yang rusak,” pungkasnya.

Reporter : Zainal Abidin
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.