Bibit tembakau yang sudah ditanam oleh petani

Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengisyaratkan, jika tembakau luar boleh masuk ke Madura termasuk ke Sumenep.

Kabid Perkebunan, Dispertahorbun Sumenep, Abd Hamid mengungkapkan, belum ada sanksi secara tegas yang mengatur soal perdagangan tembakau lintas daerah tersebut.

Terlebih saat ini, ia menilai, telah masuk era globalisasi atau perdagangan bebas, tak terkecuali tembakau jawa yang berpotensi masuk ke Sumenep.

“Tidak ada (sanksi). Tidak ada yang mengatur, kan itu perdagangan bebas, apalagi cuma sama-sama Jawa Timur,” ucapnya enteng, Selasa (10/9/2019).

Namun demikian, ia memprediksi, meskipun dibolehkan tembakau luar masuk Sumenep, potensinya sangat kecil. Sebab, produksi tembakau tahun 2019 melebihi target permintaan perwakilan pihak perusahaan.

Ia memaparkan, produksi tembakau rajangan di Sumenep tahun ini diperkirakan mencapai 8.600 ton. Itu dilihat dari luas area tanaman tembakau tahun ini mencapai 14.337 hektar, atau setara 67 persen dari ploting area tembakau tahun 2019 sebanyak 21.893 hektar. 

Sementara target pembelian dua perusahaan di Sumenep hanya sekitar 5.200 ton tembakau rajangan. Dengan begitu terdapat sekitar 3.400 ton tembakau rajangan milik petani di luar kuota pembelian perwakilan perusahaan rokok di Sumenep.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.