Dua tersangka kasus SMPN 2 Ketapang digelandang penyidik Kejari Sampang menuju mobil tahanan, Selasa (10/9/2019) siang. (Zainal/MM).

Sampang, (Media Madura) – Penyidik Kejaksaan Negeri Sampang kembali menahan tersangka baru dalam kasus ambruknya proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang. Hari ini, dua tersangka digelandang ke Rutan Kelas IIB Sampang setelah pelimpahan berkas perkara.

Tersangka adalah Didik Hariyanto dan Sofyan. Keduanya sebagai konsultan pengawas proyek SMPN 2 Ketapang yang dianggarkan senilai Rp 134 juta.

“Mereka ini konsultan pengawas dan staf, hari ini ditahan, robohnya kelas itu merupakan pertanggungjawaban mereka selaku konsultan pengawas yang kaitannya dengan tersangka AZ yang sudah sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya,” ucap Kasi Pidsus Kejari Sampang Edi Sutomo, Selasa (10/9/2019).

Dia mengatakan, tersangka Didik dan Sofyan dikenakan pasal 2, pasal 3, dan pasal 7 ayat 1 huruf A juncto pasal 18 Undang-Undang Tipikor juncto pasal 5 ayat 1 KUHP.

“Kedua tersangka ditahan di Rutan Sampang selama 20 hari ke depan, dan minggu ini berkasnya sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” terangnya.

Edi menyampaikan, dalam kasus ini sudah ada lima tersangka dilakukan penahanan. Diantaranya, Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz (AZ), peminjam CV Mastur Kiranda (MK), pelaksana proyek Norman (N), serta konsultan pengawas Didik Hariyanto (DH) dan staf Sofyan (S).

“Totalnya ada lima tersangka yang ditahan dalam kasus SMPN 2 Ketapang,” jelasnya.

Edi menjelaskan peranan tersangka dalam pembangunan gedung sekolah tersebut. Tersangka Sofyan merupakan petugas di lapangan yang melaporkan terkait dengan semua tahapan kegiatan proyek RKB SMPN 2 Ketapang kepada Didik Hariyanto selaku Direktur Pengawas.

“Akibat laporan yang tidak benar mengakibatkan ruang kelas di sekolah itu ambruk, ditambah proyek ini dijual belikan oleh tersangka lain,” terangnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh konsultan pelaksana di Sampang agar bisa melaksanakan pembangunan proyek dengan baik sesuai ketentuan. Hal ini bertujuan untuk tidak timbulnya permasalahan hingga terseret ke ranah hukum.

Saat ini, lanjut Edi, masih sisa dua berkas perkara dan masih menunggu pelimpahan dari penyidik Polres Sampang. Yakni, berkas perkara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini mantan Kepala Disdik Sampang Moh Jupri Riyadi. Kemudian, berkas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Akh Rojiun.

“Semoga dua berkas perkara itu bisa segera lengkap dan dikirim ke kami lagi, selanjutnya kami akan teliti lagi untuk dilanjutkan ke tahap 2,” tegasnya.

Reporter : Zainal Abidin
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.