Harga Tembakau Lokal Anjlok, Warga di Pamekasan Beli dari Jawa

Bibit tembakau Madura (Dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Tembakau Jawa sudah masuk ke Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada musim panen tahun ini.

Salah seorang warga di Kecamatan Kadur, Siman (39) mengakui, dirinya mendatangkan tembakau asal Probolinggo lantaran harganya lebih murah, ketimbang harga tembakau asli Madura saat di sawah.

“Kalau terus-terusan tembakau lokal bisa tekor, bayangkan harga tembakau Madura satu pikap harus punya modal Rp 14 juta, kalau tembakau Jawa hanya Rp 5 Juta,” katanya, Kamis (29/8/2019).

Alasan lain, tambah Siman, terlebih saat ini harga tembakau rajangan dinilai anjlok, berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu dipabrikan, sehingga jika terus-terusan merajang tembakau Madura bisa merugi.

“Pedagang kan butuh untung, untungnya untuk makan. Makanya di siasati di campur dengan tembakau Lao’ Songai (Jawa),” tambahnya.

Ditanya soal pelanggaran tentang tataniaga tembakau Madura, ia mengakui kalau dirinya memang melanggar.

“Kalau pedagang seperti saya dipaksa beli tambakau Madura, maka pemerintah harus segera menstabilkan harga dipabrikan,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Yusuf Wibisono mengatakan, instansinya sudah melakukan operasi dalam menegakkan peraturan pemerintah nomer 4 tahun 2015 tentang tataniaga dan perlindungan mutu tembakau Madura.

“Ini baru dua hari yang lalu mulai melaksanakan operasi, sementara ini masih belum ada temuan,” tuturnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.