Massa saat berorasi di depan kantor Cabang BRI Sampang, Rabu (21/8/2019) pukul 09.30 WIB. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kementerian Sosial Republik Indonesia telah menerjunkan tim untuk melakukan survey dan kroscek ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Sampang terkait tidak tersalurnya dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kami akan identifikasi tidak tersalurnya dana PKH ke rekening penerima, setelah mendapatkan perintah kami langsung ke lapangan,” ujar Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Anang Megacahyo di Sampang usai menemui massa, Rabu (21/8/2019).

Anang Megacahyo, mengatakan berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan (BPK) pada 2016 lalu. Ada beberapa KPM PKH di Sampang yang belum menerima buku tabungan atau rekening. Untuk itu, pihaknya menerjunkan tim untuk melakukan survey.

Kroscek itu dilakukan di Kecamatan Omben. Hasilnya diketahui ada beberapa KPM di wilayah itu yang hingga ini belum menerima buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sehingga, pencarian bantuan tidak bisa dilakukan.

“Saat ini kami masih melakukan pemilihan dan identifikasi mana yang masih memenuhi syarat untuk disalurkan atau dikembalikan ke Kas Negara, kami juga meminta kepada bank agar memastikan terhadap 1.130 KPM yang eligible untuk segera disalurkan,ā€ terangnya.

Selain itu, kini Kemensos juga meneliti pembuatan buku tabungan yang dilakukan BRI dan disalurkan kepada warga tanpa sepengetahuan pendamping. Setiap unit kerja BRI sudah memiliki SOP yang mengikat.

“Apabila, ada yang proses pencarian PKH yang tak sesuai dengan ketentuan yang ada, kami akan melayangkan rekomendasi kepada pimpinan bank untuk ditindaklanjuti,ā€ ujarnya

Pantauan dilapangan, usai ditemui oleh Pimpinan Cabang BRI Sampang Imam Syafii didampingi Kepala Dinas Sosial Moh Amiruddin, Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Anang Megacahyo, beserta pihak terkait, massa yang berdemo membubarkan diri setelah mendapatkan penjelasan.

Sebelumnya, ratusan massa mengatasnamakan Aliansi Peduli Keluarga Pra Sejahtera melakukan long march dari depan pasar Srimangunan menuju kantor BRI di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sampang.

Sembari berorasi mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan pernyataan dan protes terkait kinerja Bank BRI dalam penyaluran bantuan PKH.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.