MH Said Abdullah

Sumenep, (Medi Madura) – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jatim XI, MH Said Abdullah memaparkan pandangan dirinya tentang politik, ekonomi dan kebudayaan.

Bahwa, kata Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI itu, Indonesia tidak boleh jauh dari konsep Trisakti yang diajarkan Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Dalam konteks itu, kebijakan ekonomi ke depan hendaknya merupakan program pembangunan ekonomi nasional yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan diletakkan dalam kerangka perjuangan guna menegakkan dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Said melalui siaran persnya, Senin (12/8/2019).

Tetapi, semuanya tidak bisa lepas dati faktor geopolitik. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi hendaknya merupakan proses ekonomi yg memiliki kondisi saling ketergantungan satu sama lain, antara satu daerah dengan daerah yang lain, satu provinsi dengan provinsi yang lain, yang akhirnya akan terbentuk satu kesatuan ekonomi nasional yang utuh, kokoh, dan kuat

“Dalam konteks agak teknis, kami ingin dana desa diperuntukkan untuk membentuk dan menguatkan koperasi desa. Kalau bisa peruntukannya hingga 50 persen. Tolong bedakan antara koperasi dengan badan usaha milik desa. Bedakan pula koperasi dengan usaha simpan pinjam,” paparnya.

Menurutnya, koperasi itu melibatkan banyak warga atau anggota. Mengajarkan sekaligus mengondisikan warga untuk mengelola usaha bersama, ada kebersamaan, ada pemberdayaan, dan ada semangat gotong royong. Bayangkan kalau di setiap desa, koperasinya hidup dan menghidupi anggotanya, tentunya akan menjadi kekuatan ekonomi luar biasa.

“Jangan simpan pinjam. Kami akan mencoba mengusulkan agar sebagian dana desa, setidaknya 50 persen untuk koperasi desa itu, bisa masuk dalam nota keuangan RAPBN 2020 yang akan disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 16 Agustus 2019,” tandas tokoh Madura yang kini menjabat Ketua Bidang Perekonomian DPP PDI Perjuangan ini.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.