Sejumlah aktivis saat mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Senin (5/8/2019) siang. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah aktivis yang prihatin mengenai maraknya kasus pedofilia mendesak penegak hukum untuk menjatuhkan sanksi berat kepada pelaku perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur. Terlebih bagi terdakwa Sundakir alias Dekir (54), kasus dugaan pencabulan tiga orang anak SD.

Demikian diungkapkan gabungan aktivis dalam audiensi di kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Senin (5/8/2019) siang.

“Kedatangan kami hanya ingin memberikan dorongan kepada kejaksaan supaya memberikan hukuman seberat-beratnya terhadap terdakwa, karena kasus pedofil ini menyayat perasaan pihak keluarga dan berdampak pada kehidupan korban,” terang perwakilan aktivis di Sampang Sidik dihadapan pejabat Kejari Sampang.

Ketua Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) ini menuturkan, praktik pelecehan seksualitas tersebut cukup membuat trauma para korban yang rata-rata masih di bawah umur. Sehingga perlu memberikan penguatan terhadap korban baik secara psikologis dan sosial.

“Mereka pantas diberikan sanksi seberat-beratnya, termasuk hukuman kebiri kepada para pedofil untuk menimbulkan efek jera,” tegasnya.

Senada disampaikan Ketua Forum Gardu Demokrasi (FGD) Sampang Abd Azis. Ia mendesak pelakunya diganjar hukuman dengan sanksi pemberatan sesuai Perppu No 1 Tahun 2016 yang telah disahkan menjadi UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami juga mendukung upaya hukum kepolisian, jaksa, dan hakim dalam menjatuhkan hukuman yang berat terhadap pelaku,” ungkapnya.

Rolis Sanjaya sebagai Ketua Generasi Peduli Negeri (GPN) Sampang, menyatakan penegak hukum harus tegas memberikan ancaman hukuman maksimal kepada pelaku, sehingga kejadian tersebut tidak selalu terjadi di daerah sebutan Kota Bahari yang tergolong religius atau agamis.

“Penegak hukum harus memberikan hukuman yang seberat-beratnya, mereka ini tergolong manusia bejat dan biadab karena telah merusak masa depan anak bangsa,” pintanya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang Munarwi, menegaskan akan bekerja secara profesional dalam menangani kasus pedofil. Pihaknya tetap mengacu pada Pasal 81 dan 82 UU 17/2016.

“Kami akan profesional, kalau ancaman pelaku pedofil tetap mengacu pada hukum yang berlaku, bahkan kasus pedofil terhadap tiga anak ini dipisah menjadi tiga perkara,” tegasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.