Otak Pembunuhan Ibnu Hajar Terungkap, Ternyata Ini Motifnya

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin

Semenep, (Media Madura) – Kasus pembunuhan terhadap Ibnu Hajar (60) warga Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya terungkap. 

Polisi menangkap dua dari tiga orang yang diduga terlibat dalam  pembunuhan yang terjadi pada Jumat (20/4/2018) lalu itu. Bahkan polisi juga berhasil mengungkap motif para pelaku.

“Motif pembunuhan ini karena korban diduga telah menggunakan ilmu sihir atau santet kepada orang tua dari salah seorang tersangka, hingga orang tuanya meninggal dunia,” terang Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, Rabu (31/7/2019).

Muslimin menjelaskan, tiga pelaku yang tega menghilangkan nyawa seseorang dengan rencana itu masing-masing inisial M (38), warga Desa Essang, Kecamatan Talango. Kemudian juga inisial N, warga Desa Cabbiya, Kecamatan Talango.

“Dua pelaku ini, M dan N yang merencanakan pembunuhan terhadap korban dengan menyuruh seorang pembunuh bayaran inisial K yang kini masih DPO. Korban dibunuh dengan cara ditembak,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, peristiwa ini berawal saat tersangka inisial M memberikan uang sebesar Rp 15 juta kepada pelaku DPO untuk melakukan pembunuhan terhadap korban. 

M juga ikut dalam perencanaan pembunuhan terhadap korban. Dia menyumbang uang sebesar Rp 5 juta untuk membayar pembunuh bayaran, dan ikut mengawasi saat terjadinya pembunuhan terhadap korban.

Sementara peran N, dia ikut dalam perencanaan pembunuhan terhadap korban. Dia mengundang pembunuh bayaran, dan ikut mengawasi saat terjadinya pembunuhan terhadap korban.

Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami luka tembak pada dada kanan hingga tembus dan keluar dari dada kiri. Luka tembak pada pantat kiri hingga tembus dan keluar pada pantat kanan. Luka lecet pada pinggul kanan dan juga luka memar pada punggung. Hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Dalam perkara ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa satu buah proyektil yang diambil dari tubuh korban, satu buah baju muslim warna kuning kecoklatan, satu buah celana dalam warna abu-abu dan satu buah sarung warna coklat kekuningan.

“Tersangka dijerat Pasal 340 Subs pasal 338 Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tukas Muslimin.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.