Sampang, (Media Madura) – Usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Sampang, pria yang pura-pura mati lalu hidup lagi dan videonya viral akhirnya meminta maaf kepada pihak Pondok Pesantren Karongan Desa Tanggumong, Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin (29/7/2019) siang.

Didampingi petugas kepolisian, pria berambut gondrong yang belakangan diketahui bernama Robi Anjal (38) alias Herli Robiyanto bin Sutrisno Kromo bersama istrinya Sayati alias Hindun, mendatangi Pondok Pesantren At-Taroqqi.

Prosesi permintaan maaf Robi Anjal bersama istrinya kepada pengasuh Pondok Pesantren Karongan, Desa Tanggumong, Kota Sampang, Senin (29/7/2019) siang. (Ryan Hariyanto/MM).

Sambil menangis karena menyesal perbuatannya, warga asli Kecamatan Mempara Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Timur, ini meminta maaf kepada beberapa pengasuh pondok pesantren, termasuk Kiai sesepuh KH Fauroq Alawi LC dan KH Mawardi, serta KH Juwini Alawi.

“Sehubungan dengan peristiwa pada Jumat 26 Juli 2019 kemarin saya yang berpura-pura meninggal dunia lalu hidup kembali sehingga membuat masyarakat resah dan mencemarkan nama baik pondok, maka saya beribu-ribu maaf dan sedalam-dalamnya memohon maaf kepada pihak pondok dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dimaksud serta apabila mengulangi maka sanggup dituntut hukum yang berlaku,” kata Robi membacakan surat pernyataan dihadapkan KH Fauroq Alawi LC Pengasuh Pondok Pesantren At-Taroqqi Karongan, Senin siang.

Pria kelahiran Pontianak 17 Maret 1981 itu langsung menunduk dan mencium tangan sambil meminta maaf kepada KH Fauroq Alawi.

Permintaan maaf Robi diterima oleh pengasuh Pondok Pesantren. KH Fauroq Alawi meminta agar Robi bertaubat dan berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Saya minta juga dipotong rambutnya, semoga tidak terulang kembali dan semoga ada hikmah dibalik ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo menyampaikan peristiwa yang menghebohkan masyarakat tersebut sudah berakhir. Pria yang sempat viral yaitu Robi bersama istrinya dipulangkan ke Mempawah, Kalimantan Timur.

“Sudah meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan Robi kepada pihak pondok dan pengaduan sudah dicabut sehingga dipulangkan,” singkatnya.

Sebelumnya, peristiwa yang membuat geger warga Sampang itu terjadi pada Jumat (26/7/2019) malam.

Robi diduga mati dan hidup kembali saat jasadnya diturunkan dari dalam mobil ambulance. Saat itu Robi mengenakan kain kafan separuh badan.

Warga Tanggumong sudah menggali kubur dan siap untuk di sholatkan. Namun nyatanya, aksinya itu diduga hanya rekayasa. Sehingga Robi beserta istrinya berurusan dengan polisi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.