Sumenep, (Media Madura) – Pernyataan seorang netizen, dengan nama Subiyakto yang menuduh Agustiono Sulasno membayar untuk dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, berbuntut panjang.

Loyalis Bupati Sumenep, A. Busyro Karim,
Ainur Rahman berencana untuk melaporkan Subiyakto atas tuduhan pencemaran nama baik.

Kepada sejumlah media, Ainur yang juga Kordinator Forum Komunikasi Pemuda Sumenep (FKPS) mengaku sedang mengumpulkan bukti-bukti dan koordinasi dengan beberapa pakar hukum.

“Intinya, kami sebagai loyalis bupati tak terima disebut pelantikan pejabat itu ada mahar alias berbayar,” sebut Ainur dengan nada meradang.

“Satu dua hari ini, kami teman-teman relawan bupati akan ke Polres. Pastinya kami mengacu Pasal 43 ayat (1) UU 19/2016 tentang UU ITE,” sambungnya.

Menurut Ainur, ada dua objek yang akan dilaporkan. Pertama, Subiyakto selaku nara sumber di pemberitaan matamaduranews.com. Kedua, media online yang memberitakan pernyataan Subiyakto.

Ainur yakin, berita dan pernyataan Subiyakto mengandung unsur kebencian. “Pernyataan dan pemberitaan jelas menebar kebencian. Tanpa bukti langsung nuduh Agustiono berbayar untuk jadi kepala dinas perhubungan. Ini kan jelas fitnah yang keji untuk pak Bupati,” tegasnya.

Sementara, Hambali Rasidi selaku Pemred Mata Madura saat dihubungi, mempersilahkan langkah Ainur Rahman yang mengaku loyalis bupati. “Ya kita uji saja di Polres. Biar kita jelaskan di sana,” terangnya lewat telpon.

Hambali mengaku apa yang ditulis berdasar fakta dan melakukan cover bothside terhadap subyek yang dituju.

“Saya mau wawancara telpon ke Agustiono suruh jumpa darat. Saya ngutus wartawan untuk menemuinya, juga gak digubris. Ya kita terbuka saja apa maunya. Pastinya, kami di redaksi punya bukti-bukti itu. Baik status di facebook dan pernyataan nara sumber Subiyakto yang direkam. Kita lihat saja di Polres,” papar wartawan senior ini.

Dari pantauan media ini, status facebook Subiyakto sudah tak lagi terlihat. Tapi, sejumlah media berhasil menscreenshot unggahan Subiyakto. Dalam unggahan itu, Subiyakto menuduh Agustiono bayar untuk dilantik sebagai Kepala Dinasg Perhubungan Sumenep.

“Kadishub Sumenep yg baru terlibat Korupsi Pasti bayar, Pembebasan Tanah yg melibatkan Sustono salah satu otak Pelakux adalah Kabid.Sarpras yg skrg mau dilantik jd Kadishub ini sangat mengecewakan Masyrakat sumenep,jika seorang Koruptor diloloskan menjadi Kadishub….pasti dampakx sgt besar akan ada unjuk rasa besar2an menolak Kadishub yg br dilantik,” tulis Subiyakto di akun facebooknya, beberapa menit setelah pelantikan.

Seperti diketahui, Bupati Sumenep melantik 7 dari 9 Kepala OPD di Sumenep, Senin (29/7/2019). Di antara yang dilantik tersebut adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Agustiono Sulasno.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.