Pasca Ruangan Disegel, Staf Rojiun Tetap Ngantor

Salah satu staf bagian Sarpras SD Disdik Sampang yang tetap masuk kantor pasca penyegelan oleh penyidik Kejaksaan Negeri, Kamis (25/7/2019) pukul 09.00 WIB. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pasca ruangan kantor Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang disegel oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sampang kemarin, suasana di kantor pada Kamis (25/7/2019) pagi sedikit berubah.

Sejumlah staf tidak dapat masuk ruangan yang disegel. Kondisi kantor nampak terlihat sepi. Para pegawai yang tetap ngantor itu terpaksa hanya duduk santai di depan ruang lobi. Sebagian ada juga yang bekerja di ruangan sebelah.

Seorang staf mengatakan meski tidak bisa masuk ruangan, dia tetap datang karena itu merupakan kewajiban sebagai Pegawai Negeri Sipil (PSN).

“Ya, saya tetap ngantor sesuai aturan, jam 06.30 WIB sudah di kantor karena kewajiban PNS,” ujar Mohamad Tayyib staf di ruang Sarpras SD, Kamis pagi.

Dia mengatakan, pegawai di ruangan Sarpras SD berjumlah enam orang, meliputi Kasi (AR) serta lima orang staf termasuk dirinya.

“Sekarang ada yang numpang duduk di ruangan sebelah itu (Bidang Kurikulum),” terangnya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri Sampang menangkap Kasi Sarpras SD Akh Rojiun (AR) beserta seorang stafnya Mohammad Edi Wahyudi (MEW) terkait kasus fee proyek di Jalan Mutiara, Sampang, Rabu (24/7/2019) pagi.

Dalam penangkapan itu, penyidik menyita uang tunai senilai Rp 75 juta hasil fee proyek SDN Banyuanyar 2, satu unit mobil CRV bernopol AG 1939 VG, tiga buku rekening, buku catatan fee proyek tahun 2017-2018, dan dua buah handphone.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor   : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.