Sampang, (Media Madura) – Dua pejabat ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ditahan Kejaksaan Negeri Sampang. Mereka diduga menerima uang fee proyek pembangunan gedung sekolah.

Tersangka ditangkap pada pukul 09.00 WIB di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Kota Sampang. Keduanya adalah AR (Akh Rojiun) sebagai Kasi Sarana dan Prasarana SD dan stafnya MEW (Mohammad Edi Wahyudi).

Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Maskur mengungkapkan modus yang dilakukan tersangka adalah menarik fee proyek 12,5 persen dari total anggaran 1,4 miliar. Saat itu, tersangka memaksa meminta uang fee kepada Kepala Sekolah di SDN Banyuanyar 2.

“Jadi SDN Banyuanyar 2 pada tahun ini memperoleh dana pembangunan ruang kelas senilai 1,4 miliar dari APBN, sudah cair sebagian dana sehingga tersangka AR menghubungi kepsek untuk meminta fee, akhirnya kepsek terpaksa memberikan uang itu karena didesak dan di telfon beberapa kali,” kata Maskur memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).

Dirinya menjelaskan, sebenarnya permintaan fee proyek oleh tersangka AR lebih besar dari total barang bukti uang tunai yang berhasil diamankan senilai Rp 75 juta.

“Permintaan tersangka 12,5 persen dari jumlah tersebut, karena masih baru pencairan sehingga segitu,” jelasnya.

Maskur menerangkan, dua tersangka ditangkap usai bertransaksi menerima uang fee proyek. “Mereka baru keluar dari SDN Banyuanyar, tak jauh dari lokasi kita langsung menangkap tersangka, kedatangan tersangka ke sekolah seiring dilakukan sosialisasi kegiatan pembangunan, tetapi sebelum sosialisasi mereka meminta untuk diserahkan terlebih dahulu,” tuturnya.

Barang bukti yang diamankan kejaksaan diantaranya uang tunai Rp 75 juta, buku catatan fee proyek tahun 2017-2018, tiga buku rekening atas nama tersangka AR (BCA, BNI, BRI).

Kemudian, petugas juga mengamankan satu unit mobil CRV bernopol M 1939 VG yang digunakan tersangka saat bertransaksi ke sekolah, serta dua unit handphone.

“Berdasarkan nilai saldo di tiga buku rekening tersangka total uangnya sekitar Rp 600 juta, tetapi belum pasti apakah masih ada atau tidak,” ujar Maskur.

Saat ini, dua tersangka ditahan di Rutan Kelas IIB Sampang selama 20 hari. Tersangka melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Diketahui, sebelum ditahan petugas melakukan penyegelan di ruang Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Sampang Rojiun. Penyegelan dilakukan untuk mencari barang bukti terkait perkara tersebut.

Hingga kini Kejaksaan Negeri Sampang terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus fee proyek untuk mengembangkan apakah ada keterikatan pihak lain.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor      : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.