Satu dari dua mobil damkar milik Sumenep yang masih bisa difungsikan

Sumenep, (Media Madura) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Sumenep, Madura, Jawa Timur Abd Rahman Riadi menyebut, sejumlah perkantoran di wilayah itu tidak memiliki alat pemadam kebakaran (Damkar).

Padahal, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 tahun 2008, tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan dan lingkungan, gedung ukuran 5×10 meter harus memiliki alat pemadam kebakaran dengan kapasitas minimal 6 kilogram.

“Memang berdasarkan survei yang kami lakukan, banyak OPD dan fasilitas umum di Sumenep ini belum memiliki alat damkar (pemadam kebakaran),” terang Rahman, Kamis (11/7/2019).

“Bahkan, mayoritas perkantoran, seperti perbankkan dan pasar banyak yang tidak memiliki alat pemadam kebakaran tersebut,” sambungnya.

Sehingga, apabila terjadi kebakaran, selama ini hanya mengandalkan mobil pemadam kebakaran yang ada. Sementara jumlah damkar di Sumenep belum memadai, hanya tersedia tiga mobil damkar. Itu pun satu mobil damkar rusak.

“Idealnya Sumenep ini memiliki empat mobil damkar. Saat ini tiga unit dan hanya dua mobil damkar yang bisa difungsikan,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.