Kasub Divre Bulog Madura (yang menunjuk) saat mendampingi Kadivre Bulog Jatim di gudang bulog Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Kepala Perusahaan Umum (Perum) Bulog Subdivisi Regional Madura yang membawahi Gudang di Kabupaten Sumenep memberikan klarifikasi soal Beras Sejahtera (Rastra) berkutu di Gudang Sumenep.

Menurut Ari Hardiono, informasi tersebut tidak benar, karena yang disaksikan wartawan di gudang bulog bukanlah kutu, melainkan hama skunder jenis gurem.

Seperti diberitakan mediamadura.com sebelumnya, saat kunjungan saat kunjungan Kepala Sub Divre Jawa Timur, Muhammad Hasyim kemarin, sejumlah wartawan menemukan hama sejenis kutu pada sejumlah karung beras yang tersimpan di gudang bulog Sumenep.

“Berita di media yang menyebutkan bahwa telah ditemukan beras berkutu di gudang Sumenep oleh beberapa rekan-rekan wartawan dapat kami luruskan bahwa rastra yang sebenarnya dilihat di gudang itu bukan kutu, tetapi gurem,” katanya di Sumenep, Rabu (26/6/2019).

Dia menjelaskan, bahwa gurem adalah hama minor atau sejenis hama yang sifatnya tidak merusak komoditas beras Rastra yang tersimpan di gudang. Sehingga untuk membasmi gurem tersebut cukup menggunakan fumigasi maupun dengan cara ‘spray’ atau penyemprotan yang memang rutin dilakukan.

“Dengan adanya hama gurem (hama minor/ringan) menandakan bahwa beras bulog tidak menggunakan bahan pengawet/kimia yang berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Fumigasi/spraying dilakukan untuk membasmi gurem, juga sudah sesuai dengan aturan internal perusahaan yaitu standar operasional Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang dilakukan rutin setiap sebulan dua kali. Sementara setiap (tiga) bulan sekali dilaksanakan fumigasi/spraying dapat juga dilakukan dan bersifat insidentil tergantung dari serangan hamanya.

“Sekali lagi kami ingin meluruskan informasi yang beredar bahwa yang ditemukan di gudang bulog Sumenep bukanlah kutu, tetapi hama gurem yang bersifat minor dan tidak mengganggu kualitas beras Rastra,” tegasnya.

“Selain itu, kami juga tetap berkomitmen bahwa bulog hanya menyalurkan beras dengan kondisi baik dan layak konsumsi ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” sambungnya.

Lebih lanjt ditegaskan, beras yang di gudang tersebut tidak akan disalurkan jika ditemukan kualitasnya menurun atau terindikasi terserang hama. Beras yang keluar dari seluruh gudang bulog di wilayah Madura yang akan disalurkan ke masyarakat penerima manfaat kondisinya baik dan layak.

“Kami menjamin beras sejahtera yang didistribusikan adalah beras baik, karena sebelum didistribusikan Bulog melakukan penyortiran atau disaring agar beras yang keluar benar-benar dalam kondisi baik dan layak. Namun apabila ada komplain dari penerima manfaat, dapat segera melapor dalam kurun waktu 2×24 jam dan kami akan ganti,” paparnya.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.