Foto : Ahmad Rifqi

Pamekasan, (Media Madura) – Di Madura ada tradisi lebaran ketupat, yakni lebaran setelah 7 hari perayaan idul fitri. Menjelang perayaan hari lebaran ketupat ini warga mulai menjual atau membeli bungkus ketupat. Warga madura menyebut Orong Topa’.

Bungkus ketupat nantinya diisi beras yang kemudian dimasak hingga matang. Ketupat yang sudah dimasak, biasanya warga Madura menyantapnya dengan daging ayam kampung berkuah santan kental atau olahan lain sesuai seleranya.

Bungkus ketupat ini sudah bisa di temui di berbagai pasar tradisional, seperti di Pasar Duko Timur, Larangan, pasar kolpajung, pasar 17 Agustus dan berbagai pasar lainnya di seluruh wilayah Pamekasan.

Harga satuan, di bandrol Rp 500 yang terbuat dari daun Siwalan, sedangkan yang terbuat dari daun kelapa atau janur lebih murah yakni Rp 300 per satu selongsong.

Harga daun yang masih belum dibuat ketupat di jual per ikat, per satu ikat janur Rp 5 ribu isinya sekitar 20 lembar, sedangkan daun Siwalan Rp 500 per lembar.

Menurut salah satu penjual bungkus ketupat, Hamiti, bungkus ketupat yang terbuat dari daun Siwalan lebih mahal ketimbang janur, sebab ketupatnya lebih awet atau tidak cepat basi.

“Ketupat yang dari daun Siwalan bisa bertahan lama, kalau janur cepat basi,” katanya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.