Oleh: Wasilah

*) Penulis adalah Mahasiswa IAIN Madura.

STAIN Pamekasan kini sudah beralih status menjadi IAIN Madura. Peralihan status ini merupakan salah satu agenda lama yang diharapkan terlaksana. Namun, tepat pada tahun 2018 lalu, agenda tersebut dapat terealisasikan. Akan tetapi, beralihnya status ini tidak dapat mengembalikan semangat literasi para pemuda era 1945 dulu. Pemuda yang berlabelkan mahasiswa lebih banyak menyibukkan diri dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Berbicara mengenai budaya literasi sudah tidak asing lagi, terutama di kalangan mahasiswa pada umumnya. Siapa sih yang tidak mengenal budaya membaca dan menulis? Anak SD pun mengetahuinya. Tapi hanya sebatas mengetahui tidak memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Dari sejak kita mengemban pendidikan di sekolah dasar sampai sekarang pun, budaya tersebut masih diterapkan. Membaca dan menulis tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita, khususnya di kalangan mahasiswa. Karena memang tugaas kita sebagai akademisi pada umumnya mencakup tiga hal, yakni membaca, menulis dan berdiskusi. Walaupun tugas mahasiswa bukan hanya itu saja, melainkan masih banyak lagi tugas-tugas lainnya yang harus dijalani oleh setiap akademisi. Minat literasi para mahasiswa bisa di bilang sangat rendah sekali. Itu disebabkan karena beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah merosotnya minat budaya literasi dari setiap individu.

Mahasiswa merupakan seseorang yang menempuh pendidikan tinggi di universitas serta mempunyai aset terpenting dalam suatu negara. Karena pemudalah yang nantinya akan memimpin dan merubah negara ini beberapa tahun kedepan. Dengan adanya budaya literasi, maka akan memudahkan kaula muda dalam mengkawal perubahan. Baik perubahan karakter maupun perubahan pada suatu negara. Jika membaca adalah jendela dunia dan menulis adalah pengikatnya, sudah membuktikan bahwa dampak literasi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Sudah seharusnya mahasiswa bergerak dan memiliki cita-cita yang besar untuk negara ini. Seperti yang dikutip dari dauh Imam Syafi’i, yang mengatakan bahwa : “Tidaklah mungkin orang yang mempunyai mimpi dan bercita-cita besar hanya duduk berpangku tangan”. Dari kutipan tersebut mengingatkan kita akan pentingnya bertindak dalam menentukan keberlangsungan hidup selanjutnya.

Akan tetapi realita yang ada, malah membuktikan bahwa minat membaca dan menulis mahasiswa belakangan ini bisa di bilang sangat rendah. Mereka lebih disibukkan dengan dunia maya mereka (sosial media) dari pada menghabiskan waktu dengan membumikan literasi. Padahal, di kampus sendiri sudah disediakannya perpustakaan dan gazebo (taman baca) sebagai wadah mahasiswa untuk membaca dan belajar. Walaupun demikian, tidak semua dari kalangan mahasiswa mengalami kemerosotan dalam minat membaca dan menulis. Bahkan banyak diantara mereka yang masih membudayakan budaya literasi. Mayoritas dari mereka hanya menjadikan literasi sebagai pemenuhan tugas-tugas perkuliahan saja, bukan karena kebutuhan dan minat dari setiap individual. Seperti yang di kutip dari salah satu hadis yang mengatakan “sesungguhnya suatu pekerjaan tergantung dengan niatnya”. Mereka yang menjadikannya sebagai pemenuhan tugas kuliah, maka hanya akan mendapatkan seperti yang mereka niatkan saja. Bukan malah meresap pada hati dan pikiran mereka.

Budaya literasi sangat penting dalam keberlangsungan setiap individu kedepannya. jika pemudanya berleha-leha dan tidak bergerak melakukan suatu perubahan untuk negara ini, bagaimana dengan negara ini lima atau sepuluh tahun kedepan?. Sebab, salah satu kunci dalam mencapai kesuksesan adalah berusaha. Maka dari itu, mari kita intropeksi diri kita terlebih dahulu, sudah benarkah niat kita? Sudah tepatkah apa yang kita usahakan?. Karena manusia yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain (Khairun an-naas anfauhum linnas). Untuk itu, upgrade kembali niat kita agar dapat bermanfaat di kalangan masyarakat dan keluarga khususnya. Dan untuk mengakhiri tulisan ini, penulis teringat dari salah satu pesan seorang penulis terdahulu yang mengatakan bahwa “Membacalah maka kamu akan mengenal dunia, dan menulislah maka kamu akan dikenal dunia”.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.