Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris

Sumenep, (Media Madura) – Ratusan dugaan pelanggaran Pemilu 2019 terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dan diproses Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris menyebut, total ada 243 pelanggaran pemilu sejak Januari hingga saat ini. “Terbanyak pelanggaran berupa APK (alat peraga kampanye),” katanya, Selasa (7/4/2019).

Sementara untuk pelanggaran yang berkaitan dengan tindak Pidana Pemilu, lanjut Noris, terdapat enam kasus. “Tiga adalah laporan, dan tiga diantaranya adalah hasil temuan,” ucapnya tanpa menyebut rinci pelanggaran tersebut.

Dari beberapa kasus yang diproses tersebut, terang Noris, sebenarnya pihaknya meyakini terdapat pelanggaran, namun setelah di bawa ke Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu), ternyata tidak memenuhi unsur.

Gakkumdu adalah tim yang terdiri dari unsur Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu sendiri yang dibentuk khusus menangani laporan atau temuan dugaan pelanggaran pemilu.

“Kita yakin ada pelanggaran, kita yakin ada tindakan, namun berdasarkan hasil kajian Gakkumdu dinyatakan tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.